Isu Seksi “Pergantian Ketua Umum” Dalam Munaslub Partai Golkar

Airlangga Hartarto (kiri) olahraga bersama Presiden Joko Widodo. (Foto : Istmw)

KORANPELITA.CO – Munculnya isu Munas Luar Biasa Partai Golkar dinilai sebagai upaya untuk menghadang Airlangga Hartarto kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Pengamat Politik Hendri Satrio menyatakan rasa herannya jika ada isu Munas Luar Biasa di Partai Golkar. Karen secara fakta, Ketua Umum Partai Golkar ini sedang ‘kinclong’ (naik daun).

“Karena saya melihat Airlangga ini prestasinya baik. Di internal maupun eksternal. Prestasinya kinclong. Jumlah kursi naik, pengaruh di daerah juga meningkat,” kata Hensat, demikian ia akrab dipanggil, Rabu (27/03/2024).

Ia menyebutkan dari nama-nama yang muncul sebagai lawan potensial bukanlah dalam tingkat yang setara dengan Airlangga Hartarto, atau bisa dikatakan di bawah nama Airlangga Hartarto.

BACA JUGA:  Polda Metro Jaya Lagi-Lagi Terbitkan Sprintdik Baru Kasus eks Ketua KPK Firli Bahuri

“Yang harus diwaspadai sebenarnya adalah nama Joko Widodo. Alasan AD/ART yang bisa menjegal Jokowi, tidak lah kuat. Sehingga, mungkin tidak akan bisa menghambat Jokowi. Kecuali, ada kekuatan dari para kader untuk menahan langkah Jokowi,” tekannya.

Terkait isu Munaslub di Partai Golkar, ia menilai isu tersebut hanyalah langkah untuk membuka pintu bagi para-para calon lawan Airlangga.

“Pelaksanaan munas pada bulan Desember depan akan menjadi cara bagi Airlangga untuk menahan laju para pesaingnya. Karena ada satu skema tak tertulis, bahwa tidak mungkin ketua umum ini tidak memiliki jabatan. Jadi munaslub ini menjadi cara bagi para lawan Airlangga untuk menyeimbangkan elektabilitas lawan dengan Airlangga Hartarto,” terangnya.

BACA JUGA:  Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Al Haris Perjuangkan MRI Baru dan Tambahan Dokter Spesialis untuk RSUD Raden Mattaher

Termasuk, nama Bambang Soesatyo yang saat ini menjabat sebagai Ketua MPR RI.

“Selama Airlangga Hartarto masih menjadi centre ketua umum maka ia akan bisa menentukan siapa yang akan maju. Hal yang sama juga akan diterapkan pada Bamsoet. Sehingga jelas terlihat alasan isu menggelar munaslub sebelum pelantikan presiden di Oktober 2024 itu adalah untuk menghindari Airlangga Hartarto kembali berkuasa dan untuk memunculkan kesepakatan-kesepakatan baru,” pungkasnya. (red1)

Redaktur 1
Latest posts by Redaktur 1 (see all)
BACA JUGA:  Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Al Haris Perjuangkan MRI Baru dan Tambahan Dokter Spesialis untuk RSUD Raden Mattaher