Jakarta, Koranpelita.co – Menjelang tiga hari pencoblosan dan di masa tenang pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024, Jaksa Agung Burhanuddn hari ini menyampaikan sejumlah pesan kepada jajarannya di seluruh Indonesia.
Pesan Jaksa Agung antara lain agar jajarannya dalam pesta demokrasi memilih pemimpin dari putra terbaik bangsa pada 14 Februari 2024 dengan menggunakan nurani dan dengan berbagai pertimbangan.
“Jangan sampai membuang kesempatan lima tahun untuk menyia-nyiakan hak pilih kita. Karena sekecil apapun suara kita tetap menentukan masa depan bangsa Indonesia,” kata Jaksa Agung dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/02/2024).
Dia pun berharap dengan berbagai kesiapan Aparatur Negara termasuk Kejaksaan dapat menjadikan Pemilu berjalan jujur, adil dan yang paling terpenting adalah damai.
“Dengan kematangan masyarakat Indonesia saat ini, sudah pasti pelaksanaan Pemilu akan berjalan aman dan damai. Hal ini terbukti minimnya pelanggaran Pemilu selama proses kampanye dan debat pasangan calon, kita semua harus menjaga itu sampai mengantarkan Indonesia mendapatkan pemimpin baru,” ujarnya.
Dia menyebutkan juga pesannya di setiap kesempatan agar jajarannya bersikap netral tidak lain untuk menjaga marwah Institusi yang independen sebagai penegak hukum dan responsif dalam menghadapi segala persoalan terkait dengan proses pemilu yang sedang berjalan.
Selain itu, katanya, ASN kejaksaan harus turut andil bukan saja menyukseskan pelaksanaan Pemilu, tapi turut menyuarakan Pemilu Damai di berbagai kesempatan. “Selain itu ASN Kejaksaan juga harus menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani masing-masing karena tidak ada arahan apapun dan bebas menentukan pilihan.”
Jaksa Agung pun mengimbau agar jajaran Kejaksaan sampai ke tingkat paling bawah memanfaatkan Posko Pemilu untuk membuat laporan yang cepat, tepat dan akurat dengan data faktual yang ada di masing-masing daerah pemilihan.
“Sehingga pimpinan dapat mengambil langkah-langkah strategis dan antisipatif ketika ada permasalahan di lapangan,” ujar mantan Kajati Sulawesi Selatan ini.
Dibagian lain dia pun kembali mengimbau jajaran kejaksaan untuk bijak dalam menggunakan sosial media dengan mengendalikan diri untuk tidak like, komentar, merepost apalagi membuat status terkait dengan Pemilu atas salah satu pasangan calon.
“Agar jangan sampai karena berbeda pilihan membuat saling bermusuhan, sentimen apalagi sampai beradu fisik, yakinkan bahwa siapapun yang akan terpilih adalah yang terbaik untuk negara,” katanya.
Dia menambahkan pimpinan Kejaksaan telah menyiapkan prosedur dan langkah-langkah antisipasi penanganan Pemilu, bahkan konsultasi yang disediakan langsung dipimpin Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) setiap saat dan setiap hari, sebagaimana bersamaan dengan pelaksanaan ekspose Restorative Justice.
“Jajaran Intelijen Kejaksaan juga tidak kalah pentingnya dalam mengantisipasi AGHT (Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan) dalam proses pemilu di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dia pun memerintahkan Laporan-laporan dari masyarakat agar segera ditindaklanjuti dengan melakukan deteksi dini kerawanan pelaksanaan Pemilu, memetakan potensi dan gejala yang dapat mengganggu proses demokratisasi.
“Hal yang terpenting adalah Laporan Real Time harus diterima segera, baik mengenai proses maupun hasil dari pelaksanaan pemilu di seluruh Indonesia. Lakukan pemantauan yang efektif dan gerakkan semua elemen Adhyaksa untuk memberi informasi se akurat mungkin,” ujarnya.
Jaksa Agung mengatakan akan memantau semua proses yang dikerjakan jajarannya dalam setiap tahapan. “Niscaya kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan semakin bertambah,” ujarnya.(yadi)
- Sambil Bidik Calon Tersangka, Kejati Kalbar Kembali Selamatkan Keuangan Negara Rp55 M di Kasus Bauksit - 29/04/2026
- Ketua Komjak: Pentingkan Pencapaian Legacy yang Bisa Diwariskan Bagi Penegakan Hukum - 29/04/2026
- Lantik Pejabat Baru, Jaksa Agung: Tunjukan Kinerja yang Tidak Hanya Memenuhi Target - 29/04/2026



