Kampanye Sepi Lalu Klaim Menang Satu Putaran dari Mana?

Muslim Arbi.

Artikel ini dibuat oleh: Muslim Arbi, Direktur Gerapakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu

KORANPELITA.CO – Sejaka sebelum kampanye pilpres sampai dengan saat ini sedang berlangsung kampanye pasangan Capres Cawapres nomor urut 02 sepi di berbagai daerah bahkan saat Prabowo naik panggung massa berteriak “Anies presiden”. Itu beberapa fakta yang viral di berbagai lini medsos.

Tapi ada lembaga survei yang klaim capres 02 tertinggi ratingnya di banding capres 01 dan 03. Publik lalu mencoba apa alasannya. Kalau saat kampanye massa sepi dan tidak meriah. Lalu dimana klaim akan menang satu putaran dengan perolehan suara tertinggi? Bahkan sebuah lembaga survey kalaim capres 02 berada di puncak survei dengan peroleh suara 52%.

BACA JUGA:  11 Tersangka Korupsi “Kongkalikong” Rekayasa Ekspor CPO sebagai POME Bakal Segera Diadili

Publik kritis meragukan survey tersebut. Itu dianggap sebagai lembaga “SurePay” yaitu survey berbayar yang bikin senang si pemesan. Logika publik menggugat hasil survei tersebut. survey di mana?

Publik lalu kembali bertanya, apakah hasil survey berbayar itu akan dijadikan patokan oleh KPU untuk memenangkan 02?

Jika demikian terjadi maka dipastikan terjadi konspirasi jahat antara lembaga survey dan KPU dan publik pasti menolak itu.

“Lah wong kampanye sepi kok survey tinggi, dan dimenangkan oleh KPU”

Lantas KPU ambil dari mana tingginya suara pilihan dan rating survey. Publik akan menganggap jika hasil demikian dipastikan itu kecurangan masif, terstruktur dan sistematis yang melibatkan jajaran aparatur pemerintah.

BACA JUGA:  Diduga Serang dan Ludahi Mantan Suami, ASN Puskesmas Bumijawa Jadi Tersangka Tipiring

Apalagi presiden Joko Widodo telah nyata cawe-cawe dan akan kampanye dukung paslontertentu dimana puteranya sebagai cawapres dan menyatakan memihak.

Dengan akal sehat pasti akan berpendapat. Sepi kampanye pasti sepi suara di TPS. Tetapi kalau sepi kampanye dan suara tinggi di TPS dipastikan itu pesanan istana. Karena itu pesanan, bisa dipastikan itu ada manipulasi suara.

Lembaga survey yang bikin survey dengan mematok tinggi hasil survey pada pasangan yang sepi massa saat kampanye, itu kejahatan dan penipuan publik dan patut di pidana. Karena survey demikian adalah penggiringan opini untuk lakukan penipuan publik.

Jadi stop lakukan survey rekayasa untuk lakukan penipuan publik. Rakyat sudah semakin cerdas, stop lakukan kebohongan dan pembodohan ! Akal sehat rakyat tidak akan di tipu ber kali-kali. (***)

BACA JUGA:  Diduga Serang dan Ludahi Mantan Suami, ASN Puskesmas Bumijawa Jadi Tersangka Tipiring