Kantor Bupati Kosong, Diduga Pj Bupati Intan Jaya Tidak Bekerja

Warga Intan Jaya keluhkan harag sembako dan BBM jelang libur Natal dan Tahun Baru 2024 melonjak naik, Pj Bupati Intan Jaya susah ditemui kantor Bupati kosong.

KORANPELITA.CO – Harga Sembako yang terus meroket, membuat sebagian masyarakat dibeberapa wilayah menjerit dan kecewa. Terutama hal ini terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah hingga mengakibatkan inflasi.

Situasi ini diperparah dengan matinya roda pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya karena diduga, Apolos Bagau,S.T., selaku Pj Bupati Intan Jaya tidak pernah terlihat ada dikantor sejak dirinya menjabat.

Berdasarkan hasil penelusuran redaksi kantor Bupati yang terletak di wilayah Sugapa terlihat tutup.

Saat redaksi mendapatkan informasi dari beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat serta dilakukan cek secara fakta, bahwa kegiatan perkantoran di wilayah kantor Bupati Intan Jaya terlihat sepi tanpa ada kegiatan.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Lepas Keberangkatan Jemaah Haji  Kloter 3 Kabupaten Serang

Kemegahan kantor Bupati tersebut tidak dibarengin dengan aktifitas layaknya perkantoran untuk melakukan pelayanan terhadap masyarakat Intan Jaya.

Saat redaksi melakukan penelusuran di pasar Mama Papua, warga pun mengeluhkan kondisi “mati”nya kegiatan perkantoran di Intan Jaya karena saat harga-harga melonjak naik, tidak ada satu pejabat terkait membantu kesulitan warga.

Beberapa masyakat mengeluh tentang semua harga sembako yang semakin mahal. Harga minyak goreng perliter di harga Rp 50.000 Beras perkarung 10 kg tembus di angka harga Rp.500.000, harga mie instan perbiji tembus di harga Rp.10 ribu.

“Harga naik karena harga timbangan naik Rp.40 ribu perkilonya. Selain itu harga bensin/liter Rp. 100.000 hingga Rp. 200.000,” jelas pedagang yang tidak ingin dimediakan namanya, Selasa (19/12/2023).

BACA JUGA:  Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi Hesti Haris Tegaskan Komitmen Berbagi dan Menguatkan Nilai Kepedulian Sosial

Warga lain menyampaikan pula, mereka pejabat terkait atau Bupati turun. “Kami berharap, dari pemerintah atau Bupati turun kepasar dan ikut berpikir agar harga-harga sembako tidak terus naik. Apalagi ini mau mengahadapi Natal dan Tahun Baru,” keluh warga lainnya.

Menurut beberapa ASN yang berhasil ditemui, di Kab. Intan Jaya, Kota Sugapa. Pj Bupati setiap naik ke Sugapa hanya paling lama 1 hari saja dan langsung turun ke Nabire, ada informasi juga Pj bupati sudah membuat beberapa kantor perwakilan di Nabore, seperti kantor keuangan dan ada beberapa kantor lagi sdh di buat di Nabire. (red1)

Redaktur 1
Latest posts by Redaktur 1 (see all)
BACA JUGA:  Ribuan Kendaraan Terjaring Razia Pajak di Setu