Provinsi Banten dan Organisasi Wartawan KWRI Bahas Pengembangan Geopark Bayah Dome Kabupaten Lebak   

Lebak, koranpelita.co – Sinergitas Pemprov Banten dan Media Massa dari organisasi wartawan, Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) membahas pengembangan Geopark Bayah Dome,berlangsung di Gedung Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lebak, Banten,Jum’at (11/8/2023).

Hadir dalam acara ini, H. Edi Murpik Ketum Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Banten, Kabid Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Kadis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Biro Administrasi Pimpinan (Ad Pim) Provinsi Banten serta anggota KWRI Se Banten dan Elemen Masyarakat lainnya.

Apakah itu Geopark Bayah Dome? Geopark Bayah Dome merupakan Prioritas Pariwisata Kabupaten Lebak. Geopark Bayah Dome tersebut meliputi Geosite Bayah, Cilograng, Cibeber, Panggarangan, Cigemblong, Cihara, Sajira dan Curugbitung.

Dilansir dari Balitbangda Kabupaten Lebak, Taman Bumi Kubah Bayah atau dikenal dengan nama Geopark Bayah Dome ditetapkan sebagai Warisan Geologi (Geoheritage)  berdasarkan keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI) No.164.K/HK.02/MEM.G/2022 surat keputusan itu diserahkan langsung kepada Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya pada tahun 2022 lalu.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Cianjur: Hari Kebebasan Pers Sedunia Momentum Perkuat Demokrasi dan Integritas Informasi

Beni Ismail Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Provinsi Banten menyampaikan, kolaborasi Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Media massa dengan tujuan mendorong daya tarik destinasi wisata di Banten, Geopark Bayah Dome mencakup 15 Kecamatan, 179 Desa, dan 5 Kelurahan dengan luas 201.537 hektar.

Geopark Bayah Dome sudah diteliti sangat lama dan menjadi pusat penelitian dari berbagai Universitas yang ada di Indonesia.

“Geopark Bayah Dome ini menawarkan berbagai pontensi yang bisa dikembangkan dari Wisata Alam, Warisan Geologi, Keragaman Geologi, Keanekaragaman Hayati, dan Keragaman Budaya,” Kata Beni .

BACA JUGA : Forum DGICM ke-26,  Indonesia-Kamboja Bahas Kerja Sama Berantas Perdagangan Orang

Sementara Usep Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Lebak mengatakan, geopark dari 66 Geosite yang kita usulkan baru 32 Geosite yang akan ditinjau menurutnya Geopark Bayah Dome belum ditetapkan, kita berharap segera ditetapkan, dengan penetapan tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dari kepariwisataan Kabupaten Lebak,”ucapnya.

BACA JUGA:  Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Sementara itu Ketua Umum DPD KWRI Banten H.Edi Murpik menyampaikan acara ini mudah-mudahan bisa sampai ke Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan juga mengharapkan Kepada Bapak Presiden geopark Bayah Dome Kabupaten Lebak masuk dalam salah satunya geopark Nasional.

Edy Murpik juga berharap dengan adanya Geopark Bayah Dome adalah merupakan akses untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Lebak.

Ia meminta Kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten agar memperhatikan akses jalan di jalur selatan yang menuju ke tempat-tempat pariwisata sehingga tidak terhambatnya transportasi ke daerah tersebut.

Untuk diketahui, Geopark Bayah Dome ini adalah pembangunan yang berkelanjutan maka perlu dari berbagai Elemen Masyarakat ikut serta melestarikan.Oleh karena itu, Geopark Bayah Dome adalah kawasan konservasi dan menjadi kawasan yang diusulkan menjadi kawasan Geopark Nasional hal itu diusahakan oleh Pemerintah Provinsi Banten (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar

BACA JUGA:  Gubernur Al Haris Tinjau Korban Banjir Merangin, Salurkan Bantuan dan Dengarkan Kebutuhan Masyarakat

Maka dari itu Geopark harus menjadi pusat perhatian dari berbagi Elemen Masyarakat, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat bahkan seluruh Masyarakat Indonesia.

Sosialisasi ini adalah bentuk upaya dari Pemerintah Daerah dengan tujuan untuk menciptakan destinasi wisata di wilayah Banten khususnya Kabupaten Lebak. (man).