Komjen Pol Gatot Edy Pramono, Catatan Jerry Massie

Jerry Massie bersama Komjen Pol Prof DR Gatot Edy Pramono, kala itu menjabat Kapolda Metro Jaya. (Foto : Istmw)

KORANPELITA.CO – Sikap loyal, berintegritas, memiliki kredibilitas familiar, friendly, concern dan cerdas semua itu dimiliki oleh Mantan Wakapolri RI Komjen Pol Gatot Edy Pramono.

Pria asal Jember Jatim ini punya dedikasi yang tinggi saat bertugaa sebagai anggota Polri. Beliau pribadi yang humble, concern (peduli) sampai bersahaja. Saat memimpin Gatot dikenal ramah dan baik bukan tipikal otoriter dan diktator.

Salah satu sahabatnya Jerry Massie menuturkan Gatot memiliki kemampuan strong leadership yang kuat dalam memimpin. Apalagi dia seorang peraih doktor Universitas Indonesia (UI).

“Saya ingat waktu saya ikut kegiatan seminar di Kantor Sekretariat Presiden (KSP) bahkan di Jakarta Theatre di Sarinah, Thamrin beberapa waktu lalu, kebetulan waktu itu Gatot ditunjuk sebagai narasumber. Saat menyampaikan paparannya, dia sangat menguasai stage and field, presentasinya berkelas dan sangat lugas serta berbobot. Saya ingat topik yang dibawakannya terkait problematika hoax,” ujar Jerry.

Selama menjabat, jarang terdengar berita miring soal kinerja Gatot. Semua pekerjaannya selalu dilakukannya dengan tulus.

Memang nama awal first name dia “Gatot” yang dilahirkan di Solok, Sumatera Barat yang berdarah Jawa ini, mengingatkan kita akan sosok Gatot Koco, Gatot Koco merupakanseorang ksatria sejati dan gagah berani.

Ada banyak prestasi yang ditorehkan mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Saat Kapolri Idham Azis pensiun, kala itu namamya masuk bursa Kapolri terkuat selain ada Komjen Pol Agus Andrianto dan Jenderal Sigit Wibowo. Namun Jenderal Sigitlah yang dipilih jadi Kapolri.

Ada sisi menarik dari sang jenderal, selain keteladanannya, beliau juga sempat dianugerahi gelar Profesor di bidang hukum. Peraih penghargaan profesor di lembaga kepolisian ini hanya dihitung dengan jari. Penghargaan yang sama sempat diberikan juga pada mantan Kapolri Tito Karanvian.

Pantas saja Gatot, meraihnya lantaran beliau selama ini dikenal sebagai konseptor ulung yang dimiliki Polri yang kerap bermain di belakang layar. Selain itu dia juga ahli di satuan bidang Reserse.

Saat menyampaikan orasi ilmiah waktu lalu, yang berjudul “Kepolisian Humanis, Transformasi Penegakan Hukum yang Berkeadilan” membuktikan kualitas dan kapasitas seorang Gatot.

Konsep, strategi dan pemikiran beliau begitu menginspirasi semua polisi yang ada. Ilmu pengetahuan bidang Ilmu Hukum yang dimilikinya diimplementasikan demi kemajuan dan kebaikan institusi ini. Hal itu, sejalan dengan visi dan misi Kapolri tentang “Presisi” mewujudkan Transformasi penegakan Hukum yang berkeadilan.

Ada duka yang mendalam dialami Komjen Gatot, saat istrinya Widi Astutik yang menemani selama bertahun-tahun dan sangat dicintainya berpulang , tapi sang Jenderal tetap tegar dan kuat melalui cobaan ini.

Keep going fighting and do your best JENDERAL…!! (***)