
Banten,koranpelita.co – Ditreskrimum Polda Banten mengabulkan permohonan pihak keluarga tersangka untuk melakukan penangguhan tahanan terhadap 6 tersangka pelaku kepemilikan senjata api jenis locok ,Rabu (9/8/2023).
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Banten Kompol M. Akbar Baskoro mengatakan, mengabulkan penangguhan terhadap 6 tersangka kepemilikan senjata api jenis locok yakni, WD (33), KD (86) KL (54), JJ (60), DY (73), dan ET (48),” jelas Akbar.
Akbar menegaskan bahwa penangguhan tahanan tersebut bukan berarti berhentinya proses penyidikan atau di SP3 namun proses penyidikan tetap akan dilanjutkan sampai dengan P21 atau penyerahan berkas kepada kejaksaan karena penyidik telah memiliki alat bukti yang cukup.
Selanjutnya Akbar menyatakan bahwa Ditreskrimum Polda Banten telah mengabulkan permohonan pihak keluarga tersangka untuk melakukan penangguhan tahanan dan berdasarkan keyakinan penyidik ada 3 alasan dilakukannya penangguhan terhadap para tahanan tersebut.
“Tiga alasan dilakukannya penangguhan tahanannn terhadap para tersangka ini, pertama hal tersebut dilakukan atas dasar kemanusiaan, kedua mengingat usia para pelaku sudah lanjut usia, alasan ketiga yakni tersangka kepemilikan senjata api tersebut tidak mengetahui larangan kepemilikan senjata api dan belum adanya penyalahgunaan senjata api tersebut untuk tindakan kejahatan hal ini merupakan pembelajaran bagi para tersangka,” Akbar.
BACA JUGA : Dua Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Amankan Unit Reskrim Polsek Rangkasbitung
Kemudian Akbar menerangkan dengan adanya kejadian ini harapannya dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat.
“Berharap dengan adanya kejadian ini dapat mengedukasi masyarakat bahwa kepemilikan senjata api merupakan pidana yang melanggar Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951, saya mengimbau serta meminta kepada masyarakat yang masih memiliki senjata api ilegal agar segera menyerahkan kepada pihak yang berwenang,” ucapnya. (*/sul).


