Rutan di Cirebon Perketat Barang Bawaan Para Pengunjung

KORANPELITA.CO – Pasca terjadinya upaya penyelundupan narkoba di Lapas Kelas I Cirebon beberapa waktu lalu. Rutan Kelas I Cirebon perketat pemerikasaan para pengunjung.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Kelas I Cirebon, Donny Yudha Pratama mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya melakukan pemeriksaan secara berlapis. Dan menutup segala celah yang memungkinkan barang terlarang masuk ke dalam jeruji besi.

“Kami periksa mulai penggeledahan badan hingga ke makanan yang dibawa pengunjung,” ujarnya dalam keterangannya, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (11/7/2023).

Dijelaskan Donny, upaya memasukkan narkoba dan obat-obatan ke dalam Rutan masih sering dilakukan oleh warga binaan. Adapun kebanyakan masuknya barang tersebut yakni melalui jalur makanan dan mayoritas obat-obatan yang memiliki kandungan benzodiazepam.

“Seringnya mereka gerus dan mencampur kedalam makanan kopi, saos, sambel dan makanan lainnya untuk mengelabui petugas,” jelasnya.

Berkaca dari kejadian tersebut, pihaknya memutuskan, beberapa jenis makanan berkuah dan kemasan tidak diperbolehkan masuk.

“Karena ada indikasi narkoba dan obat-obatan masuk lewat makanan berkuah misalnya sayur sop yang terdapat tulang baik sapi maupun ayam, bakso, kepala ikan atau makanan lainnya,” jelasnya.

“Kami juga sempat menemukan nasi yang warnanya agak merah jambu dan ada rasa pahit,” imbuhnya.

Donny menambahkan, pihaknya melakukan pendekatan persuasif serta humanis dengan rutin dan mengajak berkomunikasi dengan tahanan dan narapidana. Ini untuk mengantisipasi peredaran narkoba dan obat-obatan. Tak hanya itu, secara rutin pihaknya menggelar penggeledahan serta tes urine.

Pada tahun 2023 ini, sambung Donny, pihaknya tidak menemukan indikasi peredaran barang terlarang di tempatnya bertugas.

“Setidaknya kami tak henti melakukan upaya-upaya pencegahan dengan maksimal, hasil semua ada di ditangan Tuhan,” pungkasnya. (red1/Hms)