Mahasiswa STIE Mulia Pratama Nyate Bareng Sambil Diskusi 

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE) Mulia Pratama saat menggelar acara diskusi diselingi bakar sate bersama para alumni Sabtu, (01/07/2023).

Bekasi, koranpelita.co – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE) Mulia Pratama menggelar acara diskusi diselingi bakar sate bersama para alumni.

Hal tersebut diadakan masih suasana hari raya Idul Adha, yang diadakan di lingkungan Kampus STIE pada Sabtu, (01/07/2023).

Senior Kelompok Study Mulia Pratama (KSMP) Ronny Harefa, saat ditemui awak media disela-sela acara mengatakan, kegiatan pertemuan ini, adalah dalam rangka mempererat jalinan silaturahmi serta berdiskusi sesama mahasiswa dan para alumni.

“Di momentum hari raya Idul Adha ini, kami mahasiswa dan para alumni STIE mengadakan acara bakar sate sambil diskusi,” kata Senior KSMP Ronny Harefa.

BACA JUGA : [Terkini] Gempa M 6,4 : Ratusan Rumah dan Bangunan Rusak di Jateng dan Jatim

Lanjut Ronny, ada-pun, pembahasan diskusi mengenai kebijakan dan aturan pemerintah, seperti mengenai, Rancangan Undang Undang (RUU) Kesehatan BPJS dan penolakannya.

“Iya, pada pembahasan diskusi, kami sempat menyoroti mengenai RUU Kesehatan BPJS yang kami kira mesti dilakukannya perbaikan atau pembenahan,” jelasnya.

Selanjutnya Ronny mengatakan, oleh karna itu, mestinya Dinas Kesehatan harus bisa saling bekerjasama dengan Rumah Sakit Swasta atau RSUD dalam hal pelayanan terhadap para pasien yang membutuhkan pertolongan.

Misalkan, contoh kasus, ada rumah sakit yang tidak mau menangani pasien dalam keadaan darurat, dengan alasan berbagai hal, padahal si pasien tersebut sedang benar-benar membutuhkan pertolongan.

“Harusnya, pihak rumah sakit segera menangani pasien tersebut, jika tidak, pihak rumah sakit sudah melanggar dari Undang- Undang Kesehatan yang sudah di buat oleh para pemangku kebijakan,” tegasnya.

Lebih lanjut Ronny menjelaskan, Apa bila, rumah sakit tersebut tidak mengikuti peraturan yang berlaku maka, bisa di kenakan sanksi teguran, hukuman atau denda, sesuai pasal yang berlaku.

“Jadi, itu lah bng, pentingnya berbagai aspek persoalan yang mesti kami kritisi dalam diskusi kali ini, tujuannya, agar masyarakat mendapati kesejahteraan dan layak diperjuangkan kesejehteraannya,” pungkasnya. (Genta).