Bupati Tangerang Ajak Muhammadiyah Bersinergi Bangun Masyarakat Religius

Kab Tangerang, koranpelita.co – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengajak segenap pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah terus bersinergi bersama pemerintah daerah  membangun masyarakat religius, berwawasan dan berpendidikan.

Hal tersebut disampaikan  Bupati saat membuka Musyawarah Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Tangerang ke-12 yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah AR Fahrudin Tigaraksa, Minggu (28/5/2023).

Bupati menyebut semoga musda ke-23 berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan kebijakan serta tujuan-tujuan yang bermanfaat bukan hanya untuk internal Muhammadiyah dan Aisyiyah yaitu membumikan Islam yang berkemajuan, namun bermanfaat bagi seluruh masyarakat dalam rangka mewujudkan Tangerang yang gemilang.

Sementara itu Menteri Koordinator PMK Prof. Muhadjir Effendy mengatakan, Muhammadiyah dan Pemkab Tangerang harus betul-betul satu kesatuan. Menurutnya, Muhammadiyah harus tahu dan bisa memberikan solusi terhadap segala potensi dan permasalahan di Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Siap Tindak Percaloan Tenaga Kerja

“Karena itu sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Tangerang ini harus punya peta, terutama usia sekolah. Jangan asal bikin sekolah, enggak tahu sebetulnya yang mau sekolah siapa dan jumlahnya berapa. Jadi semua harus berbasis data,” kata Muhadjir.

BACA JUGA : Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bekasi Nuryadi Darmawan Mengecam Keras Pelaku Sabotase Running Teks

Dia juga meminta seluruh warga Muhammadiyah dan Aisyiyah bisa terus berkolaborasi dengan Pemkab Tangerang serta mampu menjadi pelopor untuk mulai melakukan edukasi warga Muhammadiyah untuk bergerak dengan data dan angka.

“Saya minta anggota dan pengurus Muhammadiyah harus bisa menjadi pelopor perubahan dan bisa terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan visi misi dari pemerintah Kabupaten Tangerang,”ucapnya .(*/sam).

BACA JUGA:  Wagub Abdullah Sani Tutup Pekan Budaya Sarolangun, Tekankan Budaya Sebagai Solusi Global