Ledakan di Jembatan Crimea, Rusia Tuduh Ukraina ‘teroris’

Asap hitam terlihat pada Sabtu (08/10) dari Jembatan Crimea, setelah sebuah truk meledak saat kereta api melintasi rel dan persimpangan jalan. (AFP/Getty Images)

MOSKOW RUSIA, koranpelita.co – Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Ukraina menyerang jembatan ke Crimea, pads Sabtu (08/10) kemarin, yang dicaplok Rusia, dengan mengatakan bahwa itu adalah “aksi terorisme”.

Presiden Putin mengatakan pasukan intelijen Ukraina yang melakukan pengeboman tersebut dengan tujuan untuk menghancurkan bagian penting dari infrastruktur sipil Rusia, hal itu dikatan Putin saat bertemu dengan kepala Komite Investigasi Rusia, Alexander Bastrykin.

“Atas kejadian tersebut tiga orang tewas, korban berada di mobil dekat dengan kereta yang meledak,” kata Putin dikutip dari bbcnews.com, Senin (10/10/2022).

“Tidak diragukan lagi, ini adalah tindakan terorisme yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil penting Rusia. Pelakunya adalah dinas keamanan Ukraina,” jelasnya.

Bastrykin mengatakan bahwa warga Rusia dan beberapa negara asing telah membantu persiapan serangan itu.

Bastrykin mengatakan truk itu melakukan perjalanan melalui Bulgaria, Georgia, Armenia, wilayah Rusia di Ossetia Utara kemudian Krasnodar sebelum tiba di jembatan Crimea. Lanjut Bastrykin, dia mengatakan pihak Rusia telah melakukan penyidikan soal truk itu.

Namun penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak, membantah tuduhan Putin.

Dia menyampaikan bahwa “hanya ada satu negara teroris di sini dan bahwa seluruh dunia tahu siapa itu”.

“Apakah Putin menuduh Ukraina melakukan terorisme? Kelihatannya terlalu sinis bahkan untuk Rusia,” katanya.

Pihak berwenang Rusia sudah membuka kembali sebagian jalan raya dari jembatan beberapa jam setelah serangan tetapi hanya untuk lalu lintas ringan. Bagian rel kereta api tempat kapal tanker minyak yang terbakar juga telah dibuka.

Jembatan sepanjang 19 km (12 mil), terpanjang di Eropa, merupakan rute pasokan penting bagi pasukan Rusia yang sedang berperang di Ukraina.

Rusia telah menggunakan jembatan itu untuk memindahkan peralatan militer, amunisi, dan para tentara dari Rusia ke medan perang di Ukraina Selatan. Putin secara pribadi meresmikan struktur jembatan tersebut pada tahun 2018, bahkan dia sempat mengendarai truk melintasinya. (red1)