PT. Citra Koprasindo Tani Diduga Lakukan Perambahan Ilegal di Hutan Produksi dan Cagar Alam

David, staf Humas PT. Citra Koprasindo Tani (ket: tengah) saat dikonfirmasi oleh tim Koranpelita.co di kantornya.

JAMBI, koranpelita.co – PT. Citra Koprasindo Tani yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit di wilayah Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) Jambi diduga melakukan perambahan hutan produksi dan cagar alam.

Bagaimana tidak, dari data yang diterima oleh redaksi disinyalir PT. Citra Koprasindo Tani melakukan aktifitas penanaman kelapa sawit diatas hutan yang menjadi wilayah hutan produksi dan cagar alam.

Tidak tanggung-tanggung, diduga terdapat ratusan hektar hutan produksi dan cagar alam dibabat oleh PT. Citra Koprasindo Tani dengan status inti diluar HGU.

Terkait dugaan itu, David yang merupakan Staf Humas perwakilan kantor PT. Citra Koprasindo Tani yang berada di lokasi perkebunan di Tungkal Ulu, Tanjabbar enggan menjawab pertanyaan wartawan, pada hari Selasa (13/9/2022) lalu.

BACA JUGA:  Investasi Generasi Emas: 1.560 Putra-Putri Terbaik Perebutkan Beasiswa Tangerang Gemilang 2026

Saat dikonfirmasi awak media, David tidak mau menjawab karena menurutnya dirinya tidak berwenang untuk menjelaskannya.

Bahkan, David menyarankan awak media agar langsung menanyakan ke pihak manajemen PT. Citra Koprasindo Tani yang berada di Kota Jambi.

“Untuk lebih lanjut, silahkan hubungi bapak Nurman dan bapak Bagus, kedua orang tersebut merupakan menejer humas dan bapak Bagus sebagai kepala kantor,” kata David.

Pada kesempatan lain kami pada Hari Rabu (14/9) kemarin, mendatangi kantor PT. Citra Koprasindo Tani yang berada dikawasan Paal Merah, Kota Jambi, saat disambangi pihak security disana mengaku pihak manajemen sedang berada diluar.

“Maaf pak, pihak manajen sedang di luar kantor, kemungkinan pihak manajemen (Nurman dan Bagus) kemungkinan ada di kantor besok (hari ini, Kamis, 15 September 2022),” ucap security kepada kami.

BACA JUGA:  DPRD Provinsi Banten Sahkan LKPj 2025

Begitupun, upaya konfirmasi pada hari ini Kamis (15/9) kembali gagal. Menurut pihak security saat dijumpai yang ada disana kembali mengatakan pihak manajemen sedang tidak berada di kantor. Al Hasil kami pun belum dapat konfirmasi dari pihak manajemen terkait dugaan perambahan hutan produksi dan cagar alam (Rzl)