Edarkan Ratusan Butir Obat Tanpa Izin, Diamankan Sat Resnarkoba Polres Lebak

Lebak. koranpelita.co – Edarkan ratusan butir obat Farmasi tanpa izin edar, Sat Resnarkoba Polres Lebak mengamankan pelaku dan barang bukti.

Pelaku AJ (25) warga Desa Sukamanah Kecamatan Rangkasbitung diamankan Sat Resnarkoba Polres Lebak pada Rabu (31/8/2022) di dengan barang bukti 577 (lima ratus tujuh puluh tujuh) butir obat jenis Hexymer, 220 (dua ratus dua puluh) butir obat jenis Tramadol HCI, serta uang tunai hasil penjualan sebesar Rp. 123.000,-(seratus dua puluh tiga ribu rupiah), 1 (satu) unit handphone merek INFINIX warna biru.

Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan, SIK, M.H. melalui Kasat Resnarkoba AKP Malik Abraham, Spd membenarkan hal tersebut,

“Ya benar, Jajaran Sat Resnarkoba telah berhasil mengamankan seorang pelaku AJ (25) warga Desa Sukamanah Kecamatan Rangkasbitung diamankan pada Rabu (31/8/2022) pada pukul 00.10 Wib,” ujar Malik, Kamis (15/9/2022).

Lanjutnya, pelaku AJ diamankan di dalam sebuah rumah yang beralamat di Kampung Cilangkap RT/RW. 002/001 Desa Sukamanah Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak dan dari Pelaku berhasil diamankan satu buah Tas selempang hitam berisi, barang bukti 577 (lima ratus tujuh puluh tujuh) butir obat jenis Hexymer, 220 (dua ratus dua puluh) butir obat jenis Tramadol HCI, uang tunai hasil penjualan sebesar Rp. 123.000,-(seratus dua puluh tiga ribu rupiah), 1 (satu) unit handphone merek INFINIX warna biru.

Selain pelaku AJ kita sedang mengejar para pelaku lain yaitu KM yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Malik menjelaskan, “Obat-obatan tersebut seperti Hexymer termasuk dalam obat keras dan sering kali di salah gunakan, apabila di konsumsi banyak akan menimbulkan mabuk, dapat menimbulkan gangguan mental dan syaraf secara permanen sehingga perlu adanya resep dokter.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya Pelaku dikenakan Pasal 196 atau Pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman Paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara serta pidana denda paling sedikit 1 Miliar dan paling banyak 10 miliar,” pungkasnya. (man)