Minyak Goreng dan Kasus PMK Hewan Ternak Terus Dilakukan Pengawasan

Serang, koranpelita.co – Rapat koordinasi yang digelar oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten membahas tiga isu strategis yaitu, pemberantasan penyimpangan pengelolaan pelabuhan dan bandar udara, isu minyak goreng, dan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan pihaknya, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pandeglang intensif melakukan pengawasan baik harga minyak maupun kasus PMK.

Hal demikian dikatakan Bupati Irna saat dialog pada kegaiatan Rakor dengan Kejati Banten, yang berlangsung di Aula Kejati Banten. Selasa (07/06/2022).

Dikatakan Irna, hasil dari pengawasan di Pasar milik Pemda, harga minyak curah terpantau ada yang dibawah harga eceran tertinggi (HET) dan juga ada beberapa yang menjual diatas HET.

BACA JUGA:  Wabup Tangerang Canangkan “GASPOL”  Kendalikan Bahan Pokok dan Inflasi

BACA JUGA : Jelang HUT Bhayangkara ke-76, Kapolres Lebak bersama Forkopimda ikuti Giat Donor Darah

“Ada tiga pasar yang menjual dibawah HET. sedangkan yang menjual diatas HET memang tidak terlalu tinggi kisaran harga,” jelas Irna.

Terkait PMK, disampaikan Irna sejauh ini tidak ditemukan kasusnya di Pandeglang. Namun kendati demikian, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan pmk nomor 800/10011-distapang/V/2022 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit pmk pada hewan ternak di Pandeglang.

“Surat ini kita sebar hingga ke jajaran tingkat desa, para penyuluh pertanian, tempat penggemukan ternak, dan rumah potong hewan,” imbuhnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Leonard Eber Ezer Simajuntak mengatakan, tujuan dari rakor ini adalah mencari sebuah solusi dari isu yang berkembang di masyarakat.

BACA JUGA:  BPBD Bekasi Uji Kesiapsiagaan lewat Dayung

“Tujuan yang ingin dicapai kiranya, apabila sepakat membuat tim gabungan dalam penanganan permasalahan. Hal terpenting dalam menanggulangi permasalahan itu dengan preventif, sinergi dan kolaboratif,” tegasnya.

“Dengan rakor ini, kita dapat mengidentifikasi masalah sehingga bisa mendapatkan solusi, untuk itu semua instansi kita undang saat ini,” tambahnya.

Hadir pada kegiatan ini seluruh Bupati dan Wali Kota se-Banten, dan Kepala Dinas terkait se Prov Banten. (man)

Redaktur 2
Latest posts by Redaktur 2 (see all)
BACA JUGA:  Perkuat Perlindungan PMI, Ditreskrimum Polda Banten Jalin Kerja Sama BP3MI Banten