Ketua Umum Kompi, Ergat Bustomy : Penyerapan Anggaran DAK Pendidikan Tahun 2021 Perlu Dipertanyakan

Ketua Umum Kompi l, Erghat Bustomy

Bekasi, koranpelita.co – LSM Komite Masyarakat Peduli Indonesia (Kompi) mempertanyakan penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 untuk Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, anggaran DAK non pisik tahun 2021 yang diperuntukkan bagi sejumlah siswa yang tersebar di Kabupaten Bekasi tersebut hingga kini belum diketahui penyerapannya. Demikian kata Ketua Umum Kompi, Ergat Bustomy, Selasa (21/3/2022).

“Penyerapan anggaran DAK tahun 2021 di Disdik Kabupaten Bekasi perlu dipertanyakan sejauh mana penyerapannya,” ujar Ergat.

Apalagi, kata Ergat menambahkan, pihaknya sudah coba menanyakan penyerapan anggaran tersebut ke Disdik Kabupaten Bekasi. Namun anehnya, hingga kini belum pihaknya belum mendapatkan kejelasan terhadap penyerapan anggaran DAK tersebut.

BACA JUGA:  Rapat Koordinasi PWI Bekasi Raya Matangkan Agenda Strategis Organisasi

“Kita bingung dengan Disdik Kabupaten Bekasi, kok sangat sulit peroleh informasi terkait anggaran DAK. Apa ada yang sengaja ditutupin. Apalagi Kabidnya sulit ditemui,” imbuhnya.

Dikatakan Ergat, berdasarkan data yang diperoleh lembaganya, Disdik Kabupaten Bekasi melalui Kementerian Keuangan mendapatkan anggaran DAK tahun 2021 yang mencapai puluhan milyaran untuk membantu para siswa.

Anggaran DAK puluhan milyar itu, ungkap Ergat, dialokasikan untuk non pisik. Sehingga sangat lumrah dan wajar apabila masyarakat pertanyakan penyerapan anggaran tersebut. Apalagi alokasi anggaran itu untuk para generasi penerus yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Disdik harus terbuka dan transparan terhadap penyerapan anggaran DAK non pisik tahun 2021. Sebab itu uang rakyat, dan untuk kepentingan generasi penerus Kabupaten Bekasi,” tegas Ergat.

BACA JUGA:  Rapat Koordinasi PWI Bekasi Raya Matangkan Agenda Strategis Organisasi

Diungkapkan Ergat, pihanya sudah berulangkali menanyakan penyerapan tersebut ke Disdik Kabupaten Bekasi. Baik melalui sambungan teleponnya, maupun mendatangi langsung Disdik Kabupaten Bekasi. Namun hingga kini belum mendapatkan informasi tersebut.

“Kita sudah berulangkali tanyakan, baik via telepon maupun ke ruangannya. Namun hingga kini belum ada jawaban,” beber Ergat.