Tanjabbarat, koranpelita.co – Reses Anggota DPRD, H. Syufrayogi Syaiful, S.IP., MH, yang dilaksanakan di Lorong Pancasila dan Kantor Kelurahan Sriwijaya, Rabu (4/11/26), menjadi ruang dialog sekaligus penyerapan aspirasi masyarakat terkait berbagai kebutuhan pembangunan di tingkat kelurahan.
Kegiatan tersebut dihadiri pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kelompok tani serta berbagai elemen masyarakat. Untuk memastikan aspirasi warga mendapat penjelasan dan tindak lanjut, turut dihadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Dinas Pertanian, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Perusahaan Gas Negara (PGN).
Sejumlah persoalan disampaikan masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM, dukungan sektor pertanian, infrastruktur lingkungan, penataan permukiman hingga kebutuhan pelayanan jaringan gas.
Dalam kesempatan tersebut, H. Syufrayogi Syaiful menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal anggota DPRD, melainkan tanggung jawab politik dan konstitusional untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Bagi saya, reses bukan sekadar datang, duduk, mendengar, kemudian selesai. Reses adalah momentum bagi rakyat untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mereka. Sebagai wakil rakyat, saya memiliki tanggung jawab politik untuk membawa, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi tersebut agar tidak berhenti sebagai catatan di atas kertas,” tegas Syufrayogi.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Pelaku UMKM harus mendapatkan ruang untuk berkembang, kelompok tani memperoleh perhatian dan dukungan memadai, infrastruktur lingkungan dibenahi, serta masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang baik.
“Jangan sampai masyarakat terus menyampaikan persoalan yang sama, tetapi tidak kunjung mendapatkan penyelesaian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syufrayogi mengatakan bahwa kehadiran OPD terkait dan PGN dalam kegiatan reses tersebut merupakan langkah penting untuk membangun komunikasi langsung antara masyarakat dengan instansi yang memiliki kewenangan.
“Saya sengaja mendorong agar instansi terkait hadir langsung, sehingga masyarakat tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga bisa berdialog dan mendapatkan penjelasan dari pihak yang berwenang. Saya ingin ada komunikasi, ada komitmen, dan yang paling penting ada tindak lanjut. Fungsi DPRD bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga mengawasi dan memastikan pemerintah hadir menjawab kebutuhan rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan masyarakat Kelurahan Sriwijaya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses tersebut. Warga berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat terus dikawal hingga terealisasi dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Menutup kegiatan tersebut, Syufrayogi kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme DPRD. Menurutnya, keberhasilan seorang wakil rakyat tidak hanya diukur dari seberapa sering hadir di tengah masyarakat, tetapi juga dari sejauh mana mampu memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Saya ingin kehadiran saya benar-benar dirasakan manfaatnya. Aspirasi masyarakat Sriwijaya akan menjadi bagian dari catatan perjuangan yang akan saya bawa dan kawal melalui mekanisme DPRD,” tutupnya.
Masyarakat pun berharap kegiatan reses seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar komunikasi antara wakil rakyat, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat serta berbagai persoalan pembangunan dapat memperoleh penyelesaian nyata.



