Bekasi, koranpelita.co – Dukungan terhadap sektor pertanian di Kecamatan Cibarusah diarahkan melalui tiga program pengairan yang menyasar wilayah Desa Wibawa Mulya, Sirnajati, dan Ridogalih. Program tersebut meliputi irigasi pompa, pembangunan dam parit, serta perbaikan jaringan irigasi tersier.
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Cibarusah, Wawan Mawardi, mengatakan ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian di wilayah Cibarusah.
“Untuk Cibarusah sendiri difokuskan kepada tiga kegiatan, yaitu irigasi pompa di Desa Wibawa Mulya, dam parit di Kali Cicadas Desa Sirnajati, serta perbaikan irigasi tersier dari Desa Sirnajati sampai Desa Ridogalih,” kata Wawan, ditemui pada Kamis (01/10/2026).
Dalam pelaksanaannya, Kecamatan Cibarusah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk unsur TNI, serta mendukung pelaksanaan program yang berjalan di wilayah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pengairan dapat mendukung kebutuhan lahan pertanian di tiga desa sasaran.
“Tujuannya untuk mengairi sawah di tiga desa, yaitu Wibawa Mulya, Ridogalih, dan Sirnajati, sehingga diharapkan bisa mendongkrak hasil pertanian dan menambah volume penggarapan sawah,” ujarnya.
Sebagian besar masyarakat di tiga desa tersebut masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Areal persawahan juga masih tersedia, namun keterbatasan sumber air membuat sebagian petani umumnya hanya dapat menggarap sawah sekitar dua kali dalam setahun.
“Memang tiga desa itu secara umum mata pencahariannya masih petani dan lahannya juga masih tersedia untuk sawah. Namun, sumber air menjadi salah satu kendala, sehingga penggarapan sawah masih sangat bergantung pada musim hujan,” kata Wawan.
Saat ini, kondisi sejumlah lahan persawahan masih kering setelah periode kemarau. Namun, hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir memberikan peluang bagi petani untuk kembali mempersiapkan lahan dan pembibitan.
“Kalau hujannya sudah mulai sering, petani biasanya langsung melakukan pembibitan untuk persiapan tanam padi. Karena kalau terlambat, hujannya bisa lewat dan lahan kembali kering,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), luas areal pertanian di Kecamatan Cibarusah mencapai sekitar 1.600 hektare. Produktivitas rata-rata dapat mencapai sekitar 6 hingga 8 ton per hektare dalam satu kali panen, tergantung kondisi lahan dan pengairan.
Wawan mengatakan keterbatasan sumber air juga berpengaruh terhadap hasil penggarapan pada musim tanam kedua. Karena itu, dukungan infrastruktur pengairan diharapkan dapat membantu petani meningkatkan frekuensi tanam sekaligus menjaga hasil panen.
“Harapan masyarakat dengan adanya program ini hasil panen bisa meningkat dan volume penggarapan bertambah. Yang awalnya mungkin dua kali dalam setahun, paling tidak bisa menjadi tiga kali dengan hasil yang bagus,” kata Wawan. (D nu).



