Pemkab dan Kemenag Kabupaten Tegal Gelar Evaluasi Penyaluran Hibah Bantuan Insentif 

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman (kiri) saat memberikan sambutan dalam acara evaluasi penyaluran hibah bantuan insentif, di Gedung Pertemuan KPRI Bhakti Husada Slawi, Senin (7/8).

KORANPELITA.CO – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal menggelar kegiatan evaluasi penyaluran hibah bantuan insentif bagi pengajar keagamaan Islam tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Pertemuan KPRI Bhakti Husada, Slawi, Jawa Tengah, Senin (7/9/2026).

Acara dihadiri langsung oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tegal, Ahmad Muhdzir, beserta jajaran. Turut hadir Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tegal, jajaran pengurus Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) se-Kabupaten Tegal, pimpinan Bank BTN Kantor Cabang Tegal, serta para pengelola lembaga pendidikan keagamaan.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tegal, Ahmad Muhdzir, menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan menjamin penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

“Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima sesuai data dan ketentuan yang telah ditetapkan, sekaligus mengidentifikasi kendala dalam proses penyaluran serta merumuskan solusi dan langkah perbaikannya,” jelas Ahmad.

Dikatakannya, pada tahun 2026 sebanyak 9.318 pengajar keagamaan Islam telah menerima insentif. Selain itu, disiapkan pula 1.967 data cadangan sebagai bahan kebijakan penyaluran pada tahun berikutnya.

BACA JUGA:  BPBD Bekasi Ingatkan Warga Dampak Abu Vulkanik

Proses penyaluran telah melalui tahapan ketat, mulai dari sosialisasi, koordinasi, verifikasi dan validasi data di tingkat kecamatan hingga kabupaten, pembuatan rekening penerima, penerbitan surat keputusan, hingga penyerahan buku rekening dan kartu ATM.

“Verifikasi dan validasi dilakukan secara berjenjang untuk memastikan data penerima benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menegaskan bahwa evaluasi diperlukan agar program ini tidak sekadar berupa penyaluran bantuan, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi para pengajar dan masyarakat.

“Kegiatan evaluasi ini penting agar program yang kita jalankan tidak berhenti pada penyaluran semata. Kita ingin memastikan manfaatnya dirasakan secara nyata, pelaksanaannya semakin baik, tertib, tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ischak.

Ia menilai peran pengajar keagamaan sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tegal. Selain menyampaikan ilmu agama, para guru ngaji, ustaz, dan ustazah turut menanamkan nilai moral, spiritual, serta membentuk karakter generasi muda.

BACA JUGA:  Rangkaian HUT IWO ke-14, Bagikan Tiga Peket Perlengkapan Salat ke Tiga Mushola

“Pengajar keagamaan bukan hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ikut menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual, membentuk karakter bangsa, serta memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat,” tuturnya.

Bupati juga menyampaikan komitmen peningkatan dukungan pada tahun 2027. Anggaran program direncanakan naik dari sekitar Rp18,6 miliar menjadi Rp21,1 miliar, seiring bertambahnya jumlah penerima.

Berikut rincian peningkatan untuk tahun 2027:

– Jumlah penerima: dari 9.318 orang menjadi sekitar 10.500 orang

– Nilai insentif: dari Rp1,7 juta menjadi Rp2 juta per orang per tahun

“Kenaikan ini merupakan bentuk perhatian dan apresiasi pemerintah daerah atas pengabdian Bapak dan Ibu semuanya yang selama ini turut membina kehidupan keagamaan masyarakat,” ungkap Ischak.

Ia meminta pengurus FKDT dan Badko LPQ bersama Kemenag melakukan pemutakhiran serta pemetaan calon penerima secara cermat, terutama memprioritaskan pengajar yang paling membutuhkan.

Terkait pergantian mitra perbankan, Bupati berharap Bank BTN tidak hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi juga menghadirkan nilai tambah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

BACA JUGA:  Serapan APBD 2026 Masih 43 Persen, Pemkab Bekasi Percepat Program

“Kalau hanya sekadar menyalurkan, semua bank juga bisa. Harapannya ada dampak lebih — misalnya ketika ada madrasah, LPQ, atau TPQ yang membutuhkan dukungan, bisa terfasilitasi melalui program CSR,” harapnya.

Menutup sambutannya, Ischak mengajak seluruh pihak untuk terus memperkokoh sinergi dalam membangun kehidupan keagamaan di Kabupaten Tegal.

“Mari kita jaga sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, para ulama, pengelola lembaga pendidikan keagamaan, serta seluruh masyarakat. Bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Tegal yang semakin religius, berbudaya, berintegritas, dan tangguh,” pungkasnya.(her/hms)