Ketua TP PKK Provinsi Banten  Dorong Lulusan SMK Sesuai Kebutuhan Industri

Banten,koranpelita.co – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mendorong penguatan keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri agar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Disampaikan Tinawati, pendidikan SMK perlu terus menyesuaikan program dan jurusan dengan perkembangan serta kebutuhan dunia industri. Dengan demikian, lulusan SMK diharapkan dapat terserap secara lebih optimal.

“Tadi kepala sekolah sudah menginformasikan ke saya bahwa nanti disesuaikan terkait dengan sekolah vokasi dan kebutuhan, supaya nanti lulusan SMK juga terserap secara baik,” ungkap Tinawati saat menghadiri kegiatan PKK Mengajar di SMK Negeri 1 Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, penyesuaian jurusan menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

BACA JUGA:  Bikin Bangga! Cetak Sejarah Baru, Tri Adhianto Bakar Semangat Ribuan Pramuka Garuda Kota Bekasi

“Jadi diharapkan juga nanti ada beberapa jurusan yang mungkin disesuaikan supaya nanti terserap,” katanya.

Tinawati juga menilai penguatan pendidikan vokasi juga menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengatasi persoalan pengangguran. Pendidikan SMK, kata dia, harus mampu memberikan bekal keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja.

Pada kesempatan itu, Tinawati juga mendorong kolaborasi seluruh elemen masyarakat, satuan pendidikan, guru, murid, dan orang tua untuk menciptakan sekolah yang inklusif, aman, dan nyaman bagi anak.

Ia mengatakan, kegiatan PKK Mengajar merupakan salah satu wujud nyata Tim Penggerak PKK dalam berbagi ilmu dan peran, khususnya di bidang pendidikan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan 10 program pokok PKK.

“Kami ingin berdaya, berkontribusi terutama di ranah pendidikan. Kami tidak bisa menggantikan peran guru di sekolah, tapi kami juga merupakan fondasi awal pada saat anak-anak lahir di sebuah keluarga, yaitu madrasah pertama anak-anak kami di keluarga,” jelasnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Tegal Lepas Jenazah Inspektur Kota Tegal di Semarang

Tinawati menilai, pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai ranah terkecil pemerintahan. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat melalui lingkungan sekolah dan dukungan masyarakat.

“Ini membutuhkan kolaborasi dari semua pihak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Tangerang Arif Prio Wibowo mengatakan, jurusan yang paling banyak diminati peserta didik saat ini di sekolahnya adalah Jurusan Perkantoran dan Akuntansi. Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam hal penyerapan lulusan oleh industri.

“Paling banyak peminatnya di Perkantoran dan Akuntansi memang. Dan itu yang tadi disampaikan oleh Ibu, memang di industri keterserapannya masih agak kurang, kurang maksimal, jadi akan ada penyesuaian jurusan,” ujar Arif.

Menurut Arif, penyesuaian jurusan tersebut diperlukan agar kompetensi yang diberikan kepada peserta didik dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

BACA JUGA:  Buka POR Pegawai 2026, Bupati Tangerang Dorong Pelayanan dan Kekompakan ASN

Di tempat yang sama, Ketua Pokja I TP PKK Kota Tangerang Yayat S Herman mengatakan, kegiatan PKK Mengajar juga diharapkan dapat terus diperluas sehingga memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman bagi peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.

“Mudah-mudahan dengan adanya PKK Mengajar ini memberikan lebih luas lagi pengalaman-pengalaman, terutama mungkin ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi anak-anak kita yang ada di Kota Tangerang,” ucapnya. (*/sul).