DPS Pilkades Muktiwari Meledak 8.000 Pemilih, BPD Gerak Cepat Gelar Musdesus

Wakil Ketua BPD Muktiwari, Anen Cerdik Parwoto,S.H.

BEKASI, koranpelita.co – Anggaran Pilkades Desa Muktiwari jebol. Penyebabnya, jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) meledak setelah proses pencocokan dan penelitian (coklit).

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Muktiwari langsung tancap gas mencari solusi agar tahapan Pilkades tidak terhambat.

Wakil Ketua BPD Muktiwari, Anen Cerdik Parwoto,S.H. mengatakan lonjakan itu jauh di luar hitungan awal.

“Acuan anggaran awal pakai data Pilkada 2024 ditambah 5%. Waktu itu DPT-nya 15.700. Setelah dicoklit, DPS-nya malah tembus 22.000,” kata Anen di Kantor BPD Muktiwari, Jumat (21/08/2026).

Artinya ada selisih sekitar 6.300 pemilih. Dampaknya besar: mulai dari surat suara, logistik, sampai kebutuhan TPS semuanya bertambah.

Menyikapi hal itu, BPD berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan akhirnya menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Forum itu jadi langkah darurat untuk membahas penyesuaian anggaran.

“Kami cari solusi bersama Pemdes. Salah satu opsi ya pergeseran anggaran desa, tapi harus sesuai aturan dan tetap jaga program pembangunan,” ujar Anen.

Ia menegaskan, Pilkades harus tetap berjalan dengan prinsip, lancar, aman, langsung, umum, bebas, rahasia (luber) dan kondusif. Hak politik warga sebanyak 22.000 itu tidak boleh dikurangi.

Kasus Muktiwari jadi catatan penting: akurasi data pemilih harus sejalan dengan perencanaan anggaran. Kalau tidak, pesta demokrasi di desa bisa tersendat di tengah jalan.

“Yang terpenting Pilkades tetap berjalan lancar, aman, luber dan kondusif,” pungkas Anen. (Tim)