
Tambun Selatan, Koranpelita.co – Dukungan terhadap calon Kepala Desa Lambangsari, Tuti Elawati, terus menguat. Kali ini, dukungan datang dari kalangan anak muda yang menilai perubahan di tingkat desa membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul semua generasi.
Dukungan tersebut menjadi salah satu dinamika penting menjelang Pemilihan Kepala Desa Lambangsari. Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap arah pembangunan desa, suara anak muda dinilai tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Sejumlah anak muda menyatakan dukungan kepada Tuti Elawati. Mereka melihat kepemimpinan desa ke depan membutuhkan sosok yang mampu membuka ruang partisipasi lebih luas, khususnya bagi generasi muda.
Ketua Penggerak Anak Muda Teh Inces mengatakan, anak muda memiliki energi, gagasan, dan kemampuan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan desa.
Menurut dia, dukungan terhadap Tuti Elawati bukan sekadar persoalan pilihan politik dalam kontestasi Pilkades. Lebih dari itu, dukungan tersebut merupakan bagian dari harapan agar anak muda mendapatkan ruang yang lebih besar dalam pembangunan Lambangsari.
“Anak muda jangan hanya dijadikan penonton. Kami ingin terlibat, menyampaikan gagasan, dan ikut mengambil bagian dalam kemajuan desa,” ujar Teteh Inces.
Ia menilai, desa membutuhkan pemimpin yang mampu membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat. Termasuk generasi muda yang selama ini menjadi salah satu kekuatan sosial di lingkungan desa.
Dukungan serupa disampaikan Bu Endang selaku Ketua Tim. Ia mengatakan, keberadaan anak muda menjadi energi penting dalam perjuangan Tuti Elawati.
Menurutnya, dukungan dari generasi muda menunjukkan adanya harapan terhadap kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.
“Anak muda adalah bagian penting dari masa depan Lambangsari. Karena itu, mereka harus diberi ruang untuk menyampaikan gagasan dan ikut berkontribusi,” kata Bu Endang.
Ia menegaskan, tim pemenangan Tuti Elawati tidak ingin membangun dukungan hanya berdasarkan slogan. Dukungan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata, komunikasi yang sehat, serta gagasan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Semua elemen masyarakat harus bisa berjalan bersama untuk membangun Lambangsari,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan anak muda, Turangga Saputra, mengatakan generasi muda memiliki kepentingan besar terhadap arah masa depan desa.
Menurut Turangga, anak muda tidak hanya membutuhkan ruang untuk berkumpul, tetapi juga kesempatan untuk berkreasi, berorganisasi, mengembangkan potensi, serta ikut terlibat dalam proses pembangunan.
“Kami ingin anak muda tidak hanya dilihat sebagai massa pendukung. Kami juga punya gagasan dan kemampuan untuk ikut membangun desa,” ujar Turangga.
Ia menilai, kepemimpinan desa ke depan harus mampu membaca perubahan zaman. Perkembangan teknologi, kreativitas anak muda, penguatan ekonomi lokal, hingga keterbukaan informasi menjadi sejumlah isu yang harus mendapat perhatian.
“Desa ke depan harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Anak muda harus menjadi bagian dari proses itu,” katanya.
Dukungan anak muda kepada Tuti Elawati sekaligus memperlihatkan bahwa kontestasi Pilkades Lambangsari tidak hanya berbicara mengenai siapa yang akan memimpin desa.
Lebih jauh, kontestasi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan mengenai arah pembangunan Lambangsari.
Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang memiliki suara strategis. Mereka bukan hanya pemilih, tetapi juga kelompok yang akan merasakan langsung dampak kebijakan desa dalam jangka panjang.
Karena itu, dukungan anak muda kepada Tuti Elawati dinilai dapat menjadi energi baru dalam membangun komunikasi politik yang lebih terbuka dan partisipatif.
Namun, dukungan tersebut juga membawa pesan penting. Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Lambangsari dituntut tidak hanya mampu memenangkan kontestasi, tetapi juga membuktikan komitmen setelah memperoleh mandat masyarakat.
Sebab, harapan anak muda terhadap desa bukan sekadar janji politik. Mereka menginginkan ruang partisipasi, kesempatan berkontribusi, serta kepemimpinan yang mampu mendengar dan bekerja bersama masyarakat.
Dukungan anak muda kepada Tuti Elawati pun menjadi salah satu sinyal bahwa masa depan Lambangsari akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin dalam merangkul seluruh generasi.
Bagi anak muda, perubahan bukan sekadar kata-kata. Perubahan harus hadir melalui kepemimpinan yang terbuka, kerja nyata, dan keberanian untuk melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan. (Dodo.Z).
- PSEL Jadi Solusi Sampah Bekasi - 23/07/2026
- DLH Kabupaten Bekasi Dorong Sampah Bernilai - 23/07/2026
- Kabupaten Bekasi Raih Prestasi Kearsipan Nasional - 23/07/2026


