Bandung, koranpelita.co — Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat masa bakti 2025–2030.
Penetapan tersebut diputuskan dalam forum Musda XI yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Kamis (2/4/2026), dan dituangkan dalam keputusan resmi pimpinan sidang.
“Menetapkan saudara Daniel Muttaqien sebagai Ketua Formatur sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat masa bakti 2025–2030,” demikian bunyi keputusan yang dibacakan pimpinan sidang, Hakim Kamaruzaman, dalam sidang pleno Musda XI DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tersebut dan disambut antusiasme seluruh peserta yang hadir.
Dalam keputusan itu juga disebutkan bahwa Daniel Muttaqien merangkap sebagai anggota formatur bersama unsur lainnya, dengan mandat penuh untuk menyusun komposisi dan personalia kepengurusan DPD Partai Golkar Jawa Barat periode 2025–2030.
“Ketua sebagaimana dimaksud merangkap anggota formatur Musda XI bersama anggota formatur lainnya, dengan mandat penuh menyusun komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Daerah,” lanjut keputusan tersebut.
Pimpinan sidang menegaskan bahwa keputusan tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan. “Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya,” demikian disampaikan dalam penutup pembacaan keputusan.
Usai penetapan, agenda Musda dilanjutkan dengan prosesi penyerahan pataka sebagai simbol estafet kepemimpinan di tubuh Partai Golkar Jawa Barat yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Pada penutupan Musda, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily, menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi dan kesinambungan kepemimpinan sebagai fondasi menghadapi agenda politik ke depan.
Ace yang sebelumnya adalah Ketua DPD Golkar Jabar juga menyampaikan bahwa capaian kepengurusan sebelumnya diharapkan dapat dilanjutkan menjadi pijakan kuat bagi kepemimpinan berikutnya.
“Melanjutkan apa hal positif yang telah diletakkan dalam sistem yang telah kita lakukan secara bersama-sama. Mas Dani tahu bagaimana cara kami memimpin itu,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kedekatan kerja organisasi dengan Daniel Muttaqien yang dinilai memahami arah dan kultur kepemimpinan Golkar Jawa Barat. “Saya ingat betul ketika saya dilantik menjadi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, beliau lah yang saya tunjuk menjadi ketua harian. Mudah-mudahan dalam waktu dekat Mas Daniel segera dilantik secara resmi bersama dengan para pengurus yang baru,” katanya.
Menurut Ace, kepemimpinan baru harus memiliki karakter dengan energinya sendiri, namun tetap berada dalam koridor kebijakan partai secara nasional. “Mas Daniel punya masanya sendiri, punya semangatnya sendiri. Namun demikian saran-saran dari DPP harus menjadi pandangan penting dan kita sesuaikan dengan kondisi Jawa Barat sebagai satu entitas politik yang sangat penting bagi konstituen,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gubernur Lemhannas RI itu menekankan target utama partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, yakni peningkatan perolehan kursi legislatif di setiap tingkatan.
“Kita harapkan di bawah kepemimpinan Mas Dani ke depan, Golkar Jawa Barat, sebagaimana perintah Ketua Umum, harus menambah kursi, baik kursi DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat,” tegasnya.
Ace kemudian secara resmi menutup Musda XI Golkar Jawa Barat. “Atas perintah DPP Partai Golkar, dengan memohon ridho Allah SWT, Musda ke-11 Partai Golkar Provinsi Jawa Barat dengan resmi kami tutup,” ujarnya.
Musda XI ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi Partai Golkar Jawa Barat untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan langkah-langkah politik dalam menghadapi dinamika demokrasi ke depan.(Man Suparman).



