Bandung, koranpelita.co – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Jawa Barat berlangsung semarak, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan di The Trans Luxury Hotel, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (02/04/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus pusat, daerah, serta kader dari seluruh kabupaten/kota.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, TB. Ace Hasan Syadzily, dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian politik Partai Golkar di Jawa Barat merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader. “Kemenangan ini bukan karena saya. Kemenangan ini adalah kerja keras seluruh kader Partai Golkar di Jawa Barat, dari tingkat desa hingga provinsi,” ujar Ace.
Ace yang juga menjabat Gubernur Lemhannas RI didampingi Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, MQ. Iswara dan Bendahara Umum Metty Triantika, menegaskan, dinamika menjelang pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi politik, namun harus dikelola dengan kedewasaan dan tanggung jawab bersama.
Musda XI tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, serta jajaran pengurus pusat lainnya. Sejumlah pengurus DPP Partai Golkar yang hadir sebagai peserta Musda, di antaranya Wihaji, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Puteri Komarudin, Hetifah Sjaifudian, hingga Said Aldi Al Idrus.
Selain itu, forum juga dihadiri pimpinan partai politik di Jawa Barat, anggota DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari Partai Golkar se-Jawa Barat, pengurus DPD Golkar Jabar periode 2022–2026, para kepala daerah dari Golkar, organisasi pendiri dan yang didirikan (Hasta Karya), serta peserta dari seluruh DPD kabupaten/kota.
Ace menjelaskan bahwa sejak dipercaya memimpin melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa pada Februari 2022 atas penugasan Ketua Umum Airlangga Hartarto waktu itu, pihaknya berupaya mengembalikan posisi Golkar Jawa Barat sebagai basis utama nasional.
“Tugas kita saat itu adalah mengembalikan kekuatan Golkar Jawa Barat sebagai pilar utama nasional. Saya tidak pernah menyingkirkan perbedaan, tetapi justru menyatukan seluruh potensi dalam satu kepengurusan,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut.
Ia menambahkan bahwa konsolidasi dilakukan secara menyeluruh dengan turun langsung ke masyarakat. “Kami mendatangi pesantren, kami mendatangi pasar, kami merangkul para senior dan seluruh potensi Golkar untuk kembali bersatu memajukan partai,” ujarnya.
Dalam menghadapi dinamika internal menjelang Musda, Ace juga menegaskan komitmennya menjaga etika organisasi. “Selama pimpinan belum memberikan penugasan, saya tidak akan pernah bermanuver melakukan apa pun. Namun dinamika demokrasi harus tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Ace yang kini mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar juga mengingatkan bahwa jabatan publik harus diabdikan untuk kepentingan rakyat. “Suara rakyat adalah instrumen paling vital. Kalau Golkar ingin tetap bertahan, maka kita harus terus mendengarkan rakyat dan memperjuangkan kepentingan mereka,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Ace menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama masa kepemimpinannya di Jawa Barat.
“Ini mungkin kali terakhir saya berdiri sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat. Jika selama kepemimpinan saya ada kekurangan, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” katanya.
Wagub Apresiasi Kepemimpinan Ace
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan yang juga kader dan pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan TB Ace Hasan Syadzily saat memberikan sambutan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada pembukaan Musda XI tersebut.
Dalam sambutannya, Erwan menyebut kepemimpinan Ace Hasan telah memberikan banyak pembelajaran bagi kader, terutama dalam membangun budaya politik yang santun, memperkuat solidaritas, serta menjaga kekompakan organisasi di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan secara pribadi sebagai kader Partai Golkar, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak TB Ace Hasan Syadzily beserta seluruh jajaran pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat,” ujar Erwan.
Ia menilai, di bawah kepemimpinan Ace Hasan, Partai Golkar Jawa Barat mampu menunjukkan tren positif dari pemilu ke pemilu melalui konsolidasi yang kuat dan semangat kebersamaan di internal partai.
Lebih lanjut, Erwan menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk konsolidasi, evaluasi, serta peneguhan arah perjuangan partai ke depan.
Ia berharap pelaksanaan Musda XI Golkar Jawa Barat dapat berlangsung lancar, tertib, dan demokratis, serta tetap menjunjung tinggi semangat persaudaraan di antara kader.
Menurut dia, iklim politik yang sehat dan matang sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan daerah. Partai politik memiliki peran penting dalam melahirkan kepemimpinan, merumuskan gagasan, serta menjaga kesinambungan pembangunan di Jawa Barat.
Erwan juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan dalam organisasi. “Perbedaan adalah hal yang wajar, tetapi persatuan dan soliditas harus tetap menjadi prioritas demi kepentingan masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh kader untuk terus menjaga kebersamaan dan menjadikan hasil Musda sebagai pijakan bersama dalam memperkuat kontribusi Partai Golkar terhadap pembangunan daerah.
“Akhirnya, saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Semoga kegiatan ini menghasilkan keputusan terbaik, memperkuat soliditas organisasi, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Jawa Barat,” ujar Erwan.
DIbuka Idrus Marham
Selanjutnya Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, saat membuka dan meresmikan Musda yang berlangsung penuh kehangatan dengan menonjolkan suasana keakraban budaya Jawa Barat, menegaskan pentingnya membangun politik yang kolaboratif, strategis, dan berbasis kepercayaan rakyat dalam menghadapi dinamika demokrasi nasional.
Idrus menekankan bahwa partai politik tidak seharusnya saling berhadapan sebagai lawan, melainkan menjadi mitra strategis dalam membangun bangsa. Ia menyebut komunikasi politik yang inklusif dan fleksibel sebagai kunci menjaga stabilitas nasional. “Partai politik itu mitra, bukan lawan. Kita harus bekerja sama untuk kepentingan rakyat dan bangsa,” ujarnya seraya memberikan secara simbolis buku tentang Karya dan Kekaryaan bagi seluruh peserta yang hadir.
Ia menjelaskan, buku yang diluncurkan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kerangka berpikir politik yang lebih sistematis, khususnya dalam membaca kepemimpinan dan strategi pembangunan Partai Golkar ke depan.
Menurutnya, keberhasilan politik ditentukan oleh tiga hal utama, yakni strategi yang tepat, konsistensi dalam menjalankan program, serta kepercayaan publik. “Kita harus strategis, konsisten, dan yang paling penting dipercaya rakyat,” katanya.
Idrus juga mengaitkan dinamika politik dengan kondisi ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa stabilitas ekonomi merupakan fondasi bagi stabilitas politik. Ketika kepentingan ekonomi rakyat terganggu, potensi gejolak sosial akan meningkat. Oleh karena itu, pembangunan politik harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi nasional.
Lebih lanjut, ia menyoroti posisi strategis Jawa Barat sebagai salah satu pusat pengaruh politik nasional. Dengan basis industri yang kuat, jalur distribusi utama, serta konsentrasi kelas pekerja dan kelas menengah, Jawa Barat dinilai menjadi “laboratorium politik” Indonesia. “Apa yang terjadi di Jawa Barat akan sangat menentukan arah politik nasional,” tegasnya.
Idrus juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan politik berbasis nilai-nilai Pancasila. Ia menyebut legitimasi moral, ideologis, dan akademik harus menjadi landasan utama dalam menjalankan fungsi politik. Partai politik, kata dia, tidak boleh sekedar menjadi alat kekuasaan, melainkan institusi yang membangun peradaban bangsa.
Idrus mengajak seluruh kader untuk memperkuat konsolidasi dan menjaga arah perjuangan politik tetap berpihak pada rakyat. Ia menegaskan bahwa politik sejatinya adalah instrumen untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, bukan sekadar arena perebutan kekuasaan. “Sebagai rakyat, kita harus bersatu. Politik harus menjadi jalan untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik,” ujarnya.(Man Suparman).
- Jelang Ke Tanah Suci, Tri Adhianto Jalani Manasik Haji Bersama Istri - 19/04/2026
- Pengukuhan Pengurus 2025–2030, MUI Jabar Tegaskan Persatuan Umat - 19/04/2026
- Wakapolda Metro Jaya Bersama Kapolres Metro Bekasi Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan di Muara Gembong untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional - 18/04/2026



