KORANPELITA.CO – Pagi itu kota berjalan seperti biasa. Orang bekerja, sistem berfungsi, dan gempa hanya menjadi catatan kecil dalam ingatan, sesuatu yang mungkin terjadi, tetapi terasa jauh.
Hingga suatu saat, tanpa banyak peringatan, bumi bergerak hebat dan dalam sekejap segalanya berubah. Yang selama ini dianggap stabil runtuh, dan manusia tersadar ada peristiwa yang tidak benar-benar kita siapkan.
“Inilah yang disebut Black Swan Theory, sebuah gagasan dari Nassim Nicholas Taleb tentang kejadian langka, sulit diprediksi, namun berdampak sangat besar. Gempa besar yang merusak masuk dalam ruang ini bukan karena tidak diketahui, tetapi karena sering diremehkan skalanya,” ucap Dr Daryono, S.Si., M.Si., pengamat gempa dan tsunami kepada koranpelita.co melalui sambungan selulernya, Jakarta, Jum’at (10/4/2026).
Saat 2004 Indian Ocean earthquake and tsunami terjadi, dunia terkejut oleh besarnya dampak. Ketika 2011 Tohoku earthquake and tsunami melanda Jepang, bahkan sistem terbaik pun kewalahan. Setelah itu semuanya terasa “jelas” sebelumnya, tidak.
Fenomena Black Swan Eaethquake :
1. Belum terpetakan dengan pasti sumbernya
2. Terjadi secara tiba-tiba
3. Berdampak sangat merusak
4. Peristiwa gempa yang unik dan langka
“Gempa besar adalah pengingat sunyi bahwa yang paling mengguncang hidup manusia sering kali bukan yang sering terjadi, melainkan yang jarang dan tidak kita bayangkan sepenuhnya,” tandasnya. (er)



