
Kota Bekasi, Koranpelita.co – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 diproyeksikan menjadi momentum konsolidasi besar insan pers sekaligus penguatan demokrasi lokal. Hal ini mengemuka dalam audiensi antara panitia HPN Bekasi Raya 2026 dengan Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, di ruang kerjanya, Senin (27/04/2026).
Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi formal, tetapi menjadi ruang strategis membahas peran pers di tengah tantangan era digital, disrupsi informasi, hingga maraknya hoaks yang kian menggerus kepercayaan publik.
Ketua Panitia HPN Bekasi Raya 2026, Ade Muksin, menegaskan bahwa peringatan HPN tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan diarahkan sebagai panggung penyatuan seluruh elemen media di wilayah Bekasi Raya.
“HPN ini harus menjadi titik temu, bukan sekadar perayaan. Pers harus bersatu, profesional, dan tetap independen dalam mengawal kepentingan publik,” ujar Ade.
Ia memaparkan, kegiatan HPN Bekasi Raya 2026 akan berlangsung pada 7–9 Mei 2026 di Gedung Creative Center (GCC), Margahayu, Kota Bekasi. Rangkaian acara dirancang tidak hanya bersifat seremoni, tetapi juga edukatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Agenda yang disiapkan antara lain seminar jurnalistik yang mengangkat isu keterbukaan informasi publik, penguatan etika profesi, serta diskusi kritis terkait peran media dalam menjaga demokrasi. Selain itu, kegiatan sosial seperti donor darah dan santunan anak yatim juga menjadi bagian penting dari rangkaian acara.
“Pers tidak boleh jauh dari masyarakat. Kegiatan sosial ini menjadi wujud nyata bahwa wartawan juga hadir dan peduli,” tambahnya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai HPN Bekasi Raya memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers.
Menurutnya, pers bukan hanya mitra pemerintah, tetapi juga pilar penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.
“Pers adalah kontrol sosial yang tidak bisa diabaikan. Tanpa pers yang kuat dan independen, pembangunan bisa kehilangan arah karena minim pengawasan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
“Di era sekarang, kecepatan informasi harus diimbangi dengan akurasi. Di sinilah peran profesionalisme wartawan diuji,” katanya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi, Nadih Arifin, serta Kabid Informasi dan Komunikasi Publik, Fitri Anti Ningsih.
Dengan mengusung tema “Pers Bersatu, Bekasi Raya Maju,” HPN Bekasi Raya 2026 diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi lintas organisasi media, sekaligus memperkuat posisi pers sebagai pilar demokrasi di tingkat daerah.
Lebih dari itu, peringatan yang berdekatan dengan Hari Kebebasan Pers Sedunia (3 Mei) ini diharapkan menjadi refleksi kritis bagi seluruh insan pers untuk terus menjaga independensi, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan publik. (D.Z).


