Tambun, Putar Arah Ditutup

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Forkopimda meninjau Posko Terpadu Mudik di Museum Gedung Juang 45 Tambun Selatan guna memastikan kesiapan layanan bagi pemudik.

Tambun Selatan, Koranpelita.co – Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja bersama Forkopimda meninjau Posko Terpadu Mudik yang berlokasi di Museum Gedung Juang 45 Tambun Selatan, pada Selasa (17/03/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan serta fasilitas bagi para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Bekasi.

Dalam keterangannya, Asep menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan bersama unsur Forkopimda untuk mengecek kesiapsiagaan di lapangan, tidak hanya dari sisi lalu lintas tetapi juga kelengkapan fasilitas pendukung.

“Alhamdulillah hari ini kita sengaja menjadwalkan untuk mengecek kesiagaan. Bukan hanya lalu lintas, tapi fasilitas-fasilitas juga kita cek secara langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Posko Terpadu Mudik telah dilengkapi berbagai layanan penting, mulai dari pos pelayanan, pos kesehatan, hingga dukungan dari instansi terkait seperti Jasa Raharja dan perbankan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik.

BACA JUGA:  25 Inovator Unjuk Karya, Wakil Wali Kota Tangsel Buka Lomba TTG ke-14

Asep menegaskan pentingnya keberadaan titik-titik istirahat bagi pemudik, khususnya untuk mengantisipasi kelelahan selama perjalanan.

“Kita tidak ingin pemudik kelelahan tanpa ada tempat istirahat. Di pos ini sudah disiapkan berbagai fasilitas agar mereka bisa beristirahat dengan aman,” katanya.

Berdasarkan pantauan sementara, arus lalu lintas di wilayah Bekasi masih terpantau lancar dengan kecepatan rata-rata sekitar 40 km per jam. Namun demikian, ia memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan, mendekati H-3 hingga H-2 Lebaran.

“Untuk saat ini belum puncak. Kemungkinan besok atau lusa mulai terjadi peningkatan volume kendaraan, biasanya kepadatan terjadi pada malam hari,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menyoroti keberadaan putar arah ilegal yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan kecelakaan. Ia memastikan akan dilakukan penutupan terhadap titik-titik tersebut.

BACA JUGA:  Rakor Validasi KPM MBG di Cikarang Barat: BGN dan Muspika Perkuat Sinergi Program Makan Bergizi Gratis, Camat Tekankan Akurasi Data Penerima Manfaat

“Apabila masih ditemukan putar arah ilegal, akan kita tutup. Ini penting untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengedukasi para pemudik untuk beristirahat secara berkala, terutama setelah berkendara selama 2 hingga 3 jam, guna menghindari risiko kecelakaan akibat kelelahan.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri saat kelelahan dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.

“Kepada seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik, jika lelah jangan sungkan untuk beristirahat di pos terpadu, pos pengamanan, maupun pos pelayanan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi. Kami dengan senang hati menyiapkan tempat-tempat untuk beristirahat,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai fasilitas telah disiapkan untuk kenyamanan pemudik, seperti minuman, makanan ringan, tempat ibadah, area bermain anak, ruang laktasi, hingga hiburan.

BACA JUGA:  Pemprov Banten Raih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

“Di sini juga tersedia minuman, gorengan, makanan ringan, tempat sholat, tempat bermain anak, ruang ibu menyusui, bahkan hiburan seperti Netflix dan lainnya,” jelasnya.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan, terutama bagi pengguna jalan tol.

“Jika lelah, segera istirahat di rest area terdekat atau pos-pos yang tersedia. Jangan berhenti di bahu jalan, terutama di jalur tol, karena sangat berbahaya,” tegasnya. (D.Z).