Prosesi Khidmat di Makam

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe melakukan prosesi penyematan helm pahlawan di makam tokoh perjuangan Matnuin Hasibuan.

Bekasi, Koranpelita.co– Pemerintah Kota Bekasi kembali menghidupkan semangat penghormatan terhadap para tokoh perjuangan daerah. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe melakukan prosesi penyematan helm pahlawan di makam tokoh perjuangan Bekasi Matnuin Hasibuan, Selasa (10/03/2026).

Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut diiringi doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum bagi masyarakat Bekasi. Kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi sejarah menjelang peringatan hari jadi Kota Bekasi yang ke-29.

Dalam suasana sederhana namun penuh makna, Tri dan Harris menundukkan kepala sejenak di depan pusara tokoh yang dikenal sebagai salah satu pejuang lokal tersebut. Penyematan helm pahlawan dilakukan sebagai simbol penghargaan terhadap keberanian dan semangat perjuangan yang pernah ditunjukkan Matnuin Hasibuan pada masanya.

Menurut Tri Adhianto, Bekasi memiliki banyak tokoh sejarah yang berperan penting dalam perjalanan bangsa, namun belum sepenuhnya dikenal luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

BACA JUGA:  Bekasi Jadi Tuan Rumah Nurses Day 2026

“Bekasi memiliki tokoh-tokoh besar yang patut kita banggakan. Nilai perjuangan mereka harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Tri.

Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali sejarah lokal, Pemerintah Kota Bekasi juga menyiapkan media literasi digital di kawasan Alun-Alun Kota Bekasi. Di lokasi tersebut dipasang infografis perjalanan perjuangan Matnuin Hasibuan yang dilengkapi dengan barcode agar masyarakat dapat mengakses informasi sejarah secara digital melalui telepon genggam.

Perwakilan TNI Angkatan Laut I.M. Wira Hady menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari inovasi literasi sejarah yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan.

“Helm pahlawan M. Hasibuan kami serahkan sebagai simbol untuk mengingat kembali perjuangan beliau di Kota Bekasi. Di Alun-Alun juga tersedia infografis dengan barcode sehingga masyarakat bisa langsung mengakses literasi sejarahnya,” kata Wira Hady.

BACA JUGA:  Al-Hidayah Jabar Gelar Tasyakur Bin Ni’mah, Metty Triantika dan Daniel Muttaqien Tegaskan Semangat Kebersamaan

Ia menilai pendekatan digital tersebut menjadi cara efektif untuk menghubungkan generasi muda dengan sejarah lokal yang selama ini sering terlupakan.

Selain Matnuin Hasibuan, Bekasi juga dikenal sebagai daerah kelahiran sejumlah tokoh penting dalam sejarah nasional. Salah satunya adalah Pahlawan Nasional KH Noer Alie, ulama sekaligus pejuang kemerdekaan yang memiliki pengaruh besar dalam pergerakan masyarakat Bekasi pada masa perjuangan.

Tri menegaskan, semangat para tokoh tersebut harus menjadi inspirasi dalam membangun kota yang kini berkembang pesat sebagai kawasan industri dan penyangga ibu kota.

Memasuki usia ke-29 tahun, lanjut Tri, Kota Bekasi telah mencatat berbagai capaian pembangunan di berbagai sektor. Namun ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

BACA JUGA:  Anen Cerdik Parwoto Siapkan Program KIP, Fokus Kolaborasi dari Daerah hingga Pusat

“Tentu sudah banyak capaian yang bisa dipersembahkan untuk Kota Bekasi. Tapi masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Tri.

Melalui kegiatan penghormatan terhadap tokoh-tokoh perjuangan ini, pemerintah berharap kesadaran sejarah masyarakat semakin kuat. Bagi generasi muda Bekasi, mengenal sosok seperti Matnuin Hasibuan bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga memahami nilai pengorbanan yang menjadi fondasi berdirinya kota tersebut. (D.Z).