Tanggul Sungai Ketiwon Jebol, DPU PR Kerjasama dengan PSDA Provinsi

Para pekerja dari DPU PR Kota Tegal dan PSDA Provinsi sedang perbaiki tanggul Sungai Ketiwon yang jebol, Kamis (12/2).

KORANPELITA.CO – Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) berkoordinasi erat dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah dalam penanganan darurat dan pembangunan ulang tanggul Sungai Ketiwon yang beberapa hari lalu mengalami kebocoran.

Plt Kepala DPUPR Kota Tegal, Heru Prasetya, yang dikonfirmasi melalui WhatsApp pada, Kamis (12/2/2026) menyampaikan, bahwa pihaknya berupaya semaksimal mungkin dalam penanganan darurat, serta mengintensifkan pemeriksaan seluruh tanggul sepanjang Sungai Ketiwon di wilayah Kota Tegal bersama pihak terkait.

“Kita berkoordinasi dengan PSDA Propinsi dan juga PSDA Pemali Comal, mengingat pengelolaan sungai berada di bawah kewenangan mereka. DPUPR berperan sebagai penunjang dengan memberikan dukungan tenaga,” jelasnya.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Amir Hamzah Buka Konferkab I Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Lebak

Menurut Heru, kerusakan tanggul yang menyebabkan bagian beronjong batu tidak tersambung disebabkan proyek sebelumnya yang belum tuntas. Langkah permanen yang akan diambil adalah menyambungkan bagian yang rusak dan memberikan perlindungan beronjong batu pada Sungai Ketiwon dan Sungai Kaligangsa yang memiliki tekanan arus cukup besar.

“Tujuan kita adalah agar seluruh daerah aliran sungai di Kota Tegal bisa dinormalisasi dan terlindungi agar tidak terjadi lagi kebocoran atau keruntuhan tanggul,” tambahnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) DPU PR Kota Tegal, Wahyu, menjelaskan bahwa perbaikan darurat tanggul Sungai Ketiwon diharapkan selesai dalam waktu dua sampai tiga hari.

“Hari ini telah dilakukan pemasangan pancang bambu sebanyak tiga susun. Bagian yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 30 hingga 50 meter dengan menggunakan material sandbag dan giotek yang disediakan oleh PSDA Pemali Comal,” ujar Wahyu.

BACA JUGA:  Lanud Sultan Hasanuddin Gelar Operasi Interoperabilitas Opsgakkumpamwilud

Pancang bambu digunakan berasal dari DPU PR dengan anggaran dana rutin untuk keadaan darurat, sementara personil perbaikan terdiri dari 50 orang dari DPU PR dan 10 orang dari Balai Pemali Comal, dengan total sekitar 60 pekerja.

Wahyu menambahkan, bahwa tanggul yang jebol sebelumnya tidak termasuk dalam daftar tanggul kritis, namun rusak akibat berada di tikungan sisi luar yang terkena hantaman arus banjir besar. Selain itu, terdapat beberapa tanggul dengan struktur limas di wilayah Kecamatan Tegal Timur (dari Jalan Pulau Rote hingga arah Timor Timur) yang perlu diperhatikan karena kondisi tipis dan memerlukan peninggian.(her)

Redaktur 1
Latest posts by Redaktur 1 (see all)
BACA JUGA:  Rakor TPPS, Wabup Tangerang Dorong Seluruh Tim Ubah Pola Kerja Jadi Responsif dan Terencana