RSUD Cabangbungin Masuk Top Finalis KIPP Nasional 2025

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Direktur RSUD Cabangbungin, dr Erni Herdiani.

Bekasi, Koranpelita.co – Inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat nasional. Program inovasi bertajuk Rumah Sakit Berorientasi Pelayanan (Rusa Berlian) resmi masuk sebagai Top Finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Nasional Tahun 2025 untuk kategori umum.

RSUD Cabangbungin terpilih dari 2.378 proposal inovasi yang diajukan instansi pemerintah se-Indonesia. Berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 330 Tahun 2025, hanya 273 inovasi yang dinilai layak masuk jajaran terbaik nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan RSUD Cabangbungin menembus panggung nasional menjadi bukti bahwa pelayanan publik di daerah mampu bertransformasi dan bersaing, meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas.

“Ini pengakuan nasional yang patut dibanggakan. RSUD Cabangbungin menunjukkan bahwa dengan inovasi dan komitmen pelayanan, keterbatasan bukan penghalang untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Asep, Rabu (04/02/2026).

BACA JUGA:  16 Tanggul Rusak, Bekasi Dorong Kolaborasi Jabar–BBWS

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran rumah sakit, mulai dari manajemen hingga tenaga kesehatan, yang konsisten meningkatkan mutu layanan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah daerah memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Mereka mampu bekerja maksimal dan menjadikan pelayanan publik sebagai orientasi utama,” tegasnya.

Asep juga menyoroti peran Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mendorong inovasi melalui kebijakan, pembinaan manajerial, serta penguatan tata kelola kelembagaan, khususnya pada sektor layanan kesehatan.

“Saya mengikuti langsung perkembangan RSUD Cabangbungin sejak lama. Ada integritas, kepemimpinan, dan semangat perubahan yang terjaga dari waktu ke waktu,” ungkapnya.

Menurutnya, dampak inovasi tersebut terlihat nyata dari meningkatnya kepercayaan masyarakat. RSUD Cabangbungin kini tidak hanya melayani warga lokal, tetapi juga menjadi rujukan masyarakat dari wilayah perbatasan, termasuk Kabupaten Karawang.

“Meski dengan keterbatasan UGD dan ruang rawat inap, keramahan serta ketepatan layanan menjadi kekuatan utama. Itu yang membuat masyarakat percaya,” katanya.

BACA JUGA:  Pemkab Bekasi Percepat Penanganan Sungai CBL–Ciherang Pascabanjir

Dalam konteks pemerataan layanan kesehatan, Asep menilai inovasi Rusa Berlian sebagai tonggak penting dalam memperkuat akses layanan di wilayah utara Kabupaten Bekasi yang selama ini membutuhkan penguatan fasilitas rujukan.

Ia menyebut perkembangan kinerja keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Cabangbungin sebagai indikator keberhasilan transformasi tersebut.

“Dari pendapatan sekitar Rp500 juta, kini meningkat signifikan dan ditargetkan mencapai Rp20 miliar pada 2026. Ini lompatan besar yang tidak bisa dianggap biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Cabangbungin, dr Erni Herdiani, menjelaskan bahwa Rusa Berlian merupakan payung besar dari berbagai inovasi pelayanan yang dirancang secara partisipatif berdasarkan masukan masyarakat.

“Rusa Berlian menaungi sekitar 24 inovasi. Salah satunya Gadar Gercep, yang mempercepat penanganan pasien di UGD sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dishub–Polisi Bersinergi Cegah Pencurian Kabel PJU

Implementasi inovasi tersebut, kata Erni, berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja layanan, tingkat hunian tempat tidur, serta kemandirian keuangan rumah sakit melalui optimalisasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“BOR kami naik dari 14,7 persen pada 2022 menjadi sekitar 80 persen saat ini. Pendapatan BLUD juga melonjak dari Rp500 juta menjadi Rp15 miliar di 2025,” paparnya.

Erni menegaskan, inovasi Rusa Berlian akan terus dikembangkan sebagai fondasi pelayanan kesehatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kepuasan pasien.

“Kami ingin RSUD Cabangbungin menjadi pintu gerbang layanan kesehatan yang benar-benar hadir untuk masyarakat,” pungkasnya. (Do).