Buka Puasa Keluarga Besar Irsad Kemed: Silaturahmi Diperkuat, Pesan Al-Qur’an dan Hadis Digaungkan

Ramadan Jadi Momentum Rekatkan Generasi, Keluarga Kemed Gaungkan Pentingnya Silaturahmi.

Bekasi, Koranpelita.co –  Keluarga besar Irsad Kemed menggelar buka puasa bersama di kediaman Om Iki dan Tante Dian, Perum LBS 2, Sabtu (28/02/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang makan bersama, tetapi juga momentum memperkuat tali persaudaraan yang menjadi fondasi keluarga.

Sejak sore hari, anggota keluarga berdatangan dengan penuh antusias. Suasana hangat terasa ketika generasi tua dan muda duduk bersama, berbincang, dan saling bertukar cerita.

Mamih Cicih, sebagai kakak tertua yang dituakan sekaligus figur pengganti orang tua, mengingatkan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan.

Ia mengaitkan momen Ramadan dengan kewajiban mempererat silaturahmi sebagaimana diajarkan dalam Islam.

“Allah sudah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an agar menjaga hubungan kekeluargaan dan tidak memutuskannya. Ini menjadi pengingat untuk kita semua,” ujar Mamih Cicih.

Ia merujuk pada firman Allah dalam Surah Muhammad ayat 22–23: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka serta dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (QS. Muhammad: 22–23).

BACA JUGA:  Keluarga Om Iki dan Tante Dian Gelar Buka Puasa Bersama di Saung Baba Haji Kertamukti

Ayat tersebut menjadi penegasan bahwa memutus tali persaudaraan bukan perkara sepele, melainkan perbuatan yang mendatangkan murka Allah.

Sebagai tuan rumah, Om Iki dan Tante Dian menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin.

Menurut Om Iki, silaturahmi bukan hanya tradisi, tetapi juga ibadah yang membawa keberkahan hidup.

“Rasulullah SAW sudah jelas bersabda bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi,” kata Om Iki, mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Hadis tersebut berbunyi:  “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tante Dian menambahkan bahwa menjaga hubungan keluarga juga berarti menjaga doa dan restu orang tua serta para sesepuh.

BACA JUGA:  Aksi Aliansi Mahasiswa Lebak Bentangkan Spanduk "Rapor Merah Bupati dan Wakil Bupati” 

Turut hadir Bude Tuti dan Bude Ida yang mewakili keluarga besar Kemed. Keduanya berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin setiap Ramadan.

Bude Tuti menekankan bahwa dampak memutus tali persaudaraan tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga sosial.

“Hubungan yang renggang bisa memicu kesalahpahaman, menjauhkan hati, bahkan memutus komunikasi antar generasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Bude Ida mengingatkan bahwa keluarga adalah tempat kembali dan berlindung.

“Kalau bukan keluarga yang kita jaga, lalu siapa lagi?” katanya.

Sementara itu, Tante Ami Seksi menilai bahwa di era digital saat ini, silaturahmi tatap muka memiliki nilai yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar komunikasi lewat pesan singkat.

“Kita bisa saja saling kirim pesan setiap hari, tapi duduk bersama seperti ini menghadirkan rasa yang berbeda. Ada doa, ada pelukan, ada kebersamaan yang nyata,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Keluarga Om Iki dan Tante Dian Gelar Buka Puasa Bersama di Saung Baba Haji Kertamukti

Acara diawali dengan doa bersama menjelang waktu berbuka, lalu dilanjutkan dengan menyantap aneka hidangan khas Ramadan. Gelak tawa dan obrolan akrab mewarnai suasana hingga malam hari.

Buka puasa bersama keluarga besar Irsad Kemed di Perum LBS 2 menjadi pengingat bahwa menjaga tali persaudaraan bukan hanya nilai budaya, tetapi juga perintah agama.

Silaturahmi mendatangkan keberkahan, sementara memutuskannya membawa konsekuensi serius, baik di dunia maupun di akhirat. (D.Z).