Bekasi, Koranpelita.co – Upaya pencarian seorang warga yang diduga tenggelam di danau Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya berakhir. Tim pencarian dan pertolongan gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (29/01/2026) sore.
Korban berinisial SN (44) sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis pagi. Berdasarkan laporan warga, korban diduga tenggelam di danau yang berada tepat di depan rumahnya.
Penjabat Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawawati, mengatakan laporan awal diterima dari warga yang kehilangan kontak dengan korban. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penelusuran di sekitar lokasi.
Sejumlah saksi menyebutkan, dua remaja yang berada di sekitar danau mengaku melihat seorang perempuan mengenakan jilbab merah berada di tengah danau sekitar pukul 07.00 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Selain itu, seorang pemancing juga dilaporkan sempat melihat korban di sekitar lokasi sebelum kejadian.
Pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri dengan mendatangi rumah kerabat dan tetangga. Namun karena korban tidak ditemukan, keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa.
“Sekitar pukul 11.30 WIB, kami bersama tim Desa Tangguh Bencana (Destana) turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari keluarga serta para saksi,” kata Ike.
Karena korban belum ditemukan hingga siang hari, pencarian dilanjutkan dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, SAR Brimob Batalyon D Polda Metro Jaya, BPBD Kabupaten Bekasi, TNI, Polri, serta relawan.
Komandan Tim Basarnas di lokasi, I Putu Swartika, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan menggunakan metode jangkar dan penyelaman guna menyisir dasar danau secara menyeluruh. Metode tersebut diterapkan mengingat kedalaman danau mencapai sekitar dua meter dengan kondisi air yang keruh dan jarak pandang terbatas.
“Kami memulai dengan teknik jangkar sambil menunggu tim penyelam tiba di lokasi. Jika belum membuahkan hasil, pencarian dilanjutkan dengan teknik blender,” ujar Putu.
Korban akhirnya ditemukan oleh tim penyelam Basarnas pada sore hari, sekitar empat meter dari titik awal korban diduga tenggelam. Setelah ditemukan, jenazah segera dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Aparat Polsek Tambun Selatan kemudian melakukan pengamanan lokasi dan pendataan awal. Setelah proses identifikasi singkat, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga.
Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Penolakan autopsi dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang disampaikan kepada pihak kepolisian.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan. Tim gabungan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar danau atau perairan terbuka di kawasan permukiman yang tidak dilengkapi pagar pengaman, rambu peringatan, maupun pengawasan yang memadai. (D.Z).



