Tebing Tinggi, koranpelita.co – Warga Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia diduga akibat gantung diri, Rabu (17/12/25) sekitar pukul 03.30 WIB.
Korban diketahui berinisial RN (25), warga Desa Delima, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jenazah korban ditemukan di halaman parkir Masjid Nurul Hikmah yang berlokasi di Jalan Damai RT 09 Desa Suka Damai, Kecamatan Tebing Tinggi.
Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Agung Basuki melalui Kapolsek Tebing Tinggi IPDA Andi Ilham J., S.H., M.H. membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa penemuan jenazah pertama kali diketahui oleh Hasanudin, seorang marbot masjid.
Menurut keterangan saksi, saat membersihkan masjid, Hasanudin melihat sepeda motor terparkir tanpa pemilik. Merasa curiga, ia kemudian mengecek sekitar halaman masjid dan terkejut menemukan korban dalam keadaan tergantung di samping tiang parkir masjid.
Hasanudin kemudian menghubungi Ketua RT setempat, Paiman. Bersama saksi lainnya, mereka memastikan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa. Selanjutnya, Paiman menghubungi Bhabinkamtibmas (BKTM) Desa Suka Damai yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tebing Tinggi.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Tebing Tinggi yang dipimpin Kanit Reskrim bersama anggota Unit Reskrim langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saat ini, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Pijoan Baru untuk dilakukan visum luar. Namun pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan berencana membawa jenazah pulang ke rumah duka.
Lebih lanjut, IPDA Andi Ilham mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan Purnama Sari Sihite, yang merupakan mantan pacar korban, sebelum kejadian mereka sempat berkomunikasi melalui pesan Facebook sekitar pukul 02.44 WIB.
Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan ancaman akan mengakhiri hidupnya jika cintanya tidak diterima kembali. Setelah mengirim pesan terakhir tersebut, korban tidak lagi merespons pesan dari Purnama.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat sekitar dan menjadi pengingat pentingnya perhatian, dukungan emosional, serta komunikasi yang baik dalam menghadapi persoalan pribadi dan hubungan. (kp)



