Kesbangpol Cianjur Angkat Budaya Baduy dalam Helaran Budaya 2026

Rumah Adat Suku Baduy pada Gelaran Budaya di Cianjur.

Cianjur, koranpelita.co — Pemerintah Kabupaten Cianjur gelar Helaran Budaya pada Sabtu (20/12/2025 ) Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai kebangsaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Cianjur, H. Amad Mutawali, S.Ag., S.IP., M.Si., menyampaikan hal tersebut pada Jumat (20/12/2025). Menurutnya, helaran budaya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana penting dalam menyosialisasikan nilai-nilai persatuan bangsa.

“Ini bagian penting yang harus kita sukseskan, karena Cianjur memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Apalagi temanya budaya Nusantara,” ujar Amad.

Ia menjelaskan, Kesbangpol sebagai perangkat daerah memiliki tugas pokok dan fungsi dalam membangun toleransi, baik antar agama maupun antar etnis dan suku. Melalui helaran budaya, Kesbangpol ingin menampilkan wajah keberagaman yang harmonis.

BACA JUGA:  PTPN IV Regional IV Bangun Tempat Wudhu dan Toilet Masjid

“Bagaimana perbedaan agama dan suku bisa saling menghormati, saling bekerja sama, dan saling menghargai untuk membangun kesatuan bangsa Indonesia,” katanya.

Dalam helaran budaya ini, Kesbangpol Cianjur mengangkat budaya tradisional Suku Baduy dari Provinsi Banten sebagai tema utama mobil hias. Pemilihan budaya Baduy dinilai merepresentasikan nilai kesederhanaan, kearifan lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Tagline yang kami angkat adalah Kembali ke Alam. Budaya Baduy mengajarkan bagaimana memanfaatkan potensi alam dengan tetap menjaga dan tidak merusaknya. Ini menjadi contoh yang baik bagi kita semua,” jelasnya.

Amad menambahkan, budaya Suku Baduy, khususnya Baduy Dalam, mencerminkan kehidupan yang tidak terkontaminasi budaya luar dan tetap memegang teguh adat istiadat leluhur. Kesederhanaan, rasa syukur, serta keharmonisan dengan alam menjadi nilai utama yang patut diteladani.

BACA JUGA:  PTPN IV Regional IV Bangun Tempat Wudhu dan Toilet Masjid

“Suku Baduy itu bahagia dengan kesederhanaannya. Mereka memilih hidup sesuai adat, tidak merusak alam, tidak membabat hutan. Ini potret budaya tradisional yang sangat kuat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, koordinasi dan musyawarah dengan berbagai pihak pun dilakukan agar tema budaya yang diangkat selaras dengan konsep besar Helaran Budaya Nusantara, meski sejumlah OPD lain juga mengangkat tema budaya daerah lainnya.

Melalui helaran budaya ini, Kesbangpol Cianjur ingin menunjukkan peran aktifnya tidak hanya dalam isu politik dan penanganan unjuk rasa, tetapi juga dalam membangun kesalehan sosial, toleransi, serta stabilitas sosial dan keamanan daerah.

“Kami tidak ingin bekerja secara monoton. Helaran budaya ini menjadi bukti bahwa Kesbangpol mampu bergerak lebih maju. Bahkan, saya punya cita-cita tahun depan Kesbangpol harus lebih progresif dibandingkan tahun ini,” pungkasnya. (cep/Man Suparman).

BACA JUGA:  PTPN IV Regional IV Bangun Tempat Wudhu dan Toilet Masjid