Lahan Jagung Polda Metro Jaya di Cikarang Makin Subur, Panen Ditargetkan Awal 2026

Bekasi, Koranpelita.co – Program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Metro Jaya terus menunjukkan hasil yang positif. Hal itu terlihat dari monitoring tanaman jagung di lahan seluas 25 hektare yang berlokasi di Kawasan Deltamas, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (25/11/2025).

Monitoring dilakukan langsung oleh Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, didampingi sejumlah pejabat Polsek serta kelompok petani dari Desa Sukamahi. Kegiatan dimulai dengan apel yang dipimpin Bhabinkamtibmas Aipda Sutarto, yang sekaligus menyampaikan pembagian tugas harian kepada para petani yang terbagi dalam tiga kelompok.

Tugas tersebut mencakup pendangiran, pemupukan, hingga penyemprotan hama di beberapa blok tanam. “Kelompok pertama fokus pendangiran dan pemberian kompos di Blok G, kelompok kedua menangani penyemprotan hama di Blok E, dan kelompok ketiga melakukan pendangiran di Blok F,” ujar Aipda Sutarto.

BACA JUGA:  TNI Hadir untuk Alam, Koramil 14/Panongan Gelar Penanaman Pohon Peringati Hari Bumi 2026

Pertumbuhan Tanaman di Sejumlah Blok

Kapolsek AKP Elia Umboh menyebutkan sejumlah blok menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Menurutnya, Blok A sudah memasuki tahap pembungaan dengan kondisi tanaman yang subur. Dalam waktu sekitar satu minggu, putren atau calon tongkol jagung diperkirakan mulai muncul.

Sementara Blok B1 menunjukkan progres lebih cepat dengan 70 persen tanaman sudah berbunga dan mengeluarkan putren. Rata-rata setiap pohon memiliki dua tongkol. “Usia tanamnya sudah 65 hari dan pertumbuhannya sesuai harapan,” jelasnya.

Berbeda dengan blok-blok awal tersebut, Blok F, G, dan H masih berada dalam tahap pemupukan pertama dan pendangiran. Ketiganya baru memasuki usia tanam sekitar 40 hari, sehingga perawatan intensif masih terus dilakukan, termasuk penyemprotan hama ulat dan serangga.

BACA JUGA:  Koramil 02/Curug Patroli Maung Cegah Tawuran dan Balap Liar 

Teknis Pengolahan Tanah dan Keterlibatan Petani

Pengolahan lahan dimulai sejak 15 September 2025. Penanaman dilakukan bertahap, dimulai dari Blok B pada 18 September dan ditutup dengan penanaman di Blok H pada 20 Oktober 2025.

Sebanyak 30 petani lokal dari kelompok Karya Tani Tembong Gunung dilibatkan dalam pengelolaan lahan. Para petani sebelumnya sudah berpengalaman menanam padi, cabai, hingga hortikultura lain.

Varietas jagung yang digunakan adalah benih hibrida Pendekar Sakti bantuan Kementerian Pertanian RI. Penyiraman dilakukan dengan memanfaatkan air tadah hujan dan mesin pompa dari empat kolam embung buatan. Sistem ini dinilai cukup efektif mempertahankan suplai air saat musim panas.

Untuk pemupukan, petani mengawali dengan pupuk kandang, kemudian dilanjutkan dengan pupuk ZPT, NPK 15-15-15, urea, pestisida, serta PAC Nitrogen yang merupakan dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA:  Menuju Lomba Nasional, Polres Metro Tangerang Kota Gencarkan Penilaian Pos Satkamling

Prediksi Panen Awal Tahun Depan

Dengan masa tanam ideal selama 120 hari, proses panen diperkirakan berlangsung antara pertengahan Januari hingga akhir Februari 2026. Jika seluruh blok tumbuh optimal, lahan ketahanan pangan ini diharapkan dapat menyumbang produksi jagung yang konsisten dan menjadi model pengelolaan pangan berbasis kolaborasi aparat dan masyarakat. (D.Z).