KORANPELITA.CO — Pemerintah Kabupaten Demak melalui kolaborasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Demak menggelar Pelatihan Penjamah Makanan bagi seluruh SPPG se-Kabupaten Demak. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Demak selama dua hari, Sabtu–Minggu (4–5 Oktober 2025).
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi penjamah makanan agar mampu menyediakan pangan yang sehat, bergizi, dan higienis bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Pelatihan ini mencakup cara penjamahan makanan, teknik memasak, pemilihan bahan baku, hingga kebersihan lingkungan. Nantinya, para peserta akan mendapatkan sertifikat kelayakan dan higienitas,” jelas Sugiharto.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara SPPG dan Dinkes Demak dalam mewujudkan standar keamanan pangan di daerah.
“Harapannya, para peserta mampu menyediakan makanan yang aman dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan,” ujarnya, Demak, Minggu (5/10/2025).
Subkoordinator Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Demak, Ahmad Zaeroni, menegaskan pentingnya pemahaman para penjamah makanan terhadap tahapan pengolahan pangan yang aman. Menurutnya, proses mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, hingga penyajian harus memenuhi standar kebersihan.
“Ada 50 dapur SPPG di Demak, dan 36 di antaranya sudah berjalan aktif. Alhamdulillah sejauh ini belum ada laporan kasus keracunan makanan. Namun, pengawasan tetap kami lakukan agar standar keamanan pangan selalu terjaga,” ujarnya lagi.
Zaeroni juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara penyedia pangan (SPPG) dan pengawas dari Dinas Kesehatan. Ia berharap seluruh tahapan pengolahan pangan—mulai dari dapur hingga makanan sampai ke tangan anak-anak—dilakukan sesuai prosedur higienis.
Dalam pelatihan ini, peserta juga dibekali materi tentang cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan. Materi mencakup empat jenis cemaran, yaitu fisik, biologi, kimia, dan alergen, serta cara pencegahannya.
Cemaran fisik seperti rambut atau serpihan logam dicegah dengan menjaga kebersihan alat dan lingkungan kerja. Cemaran biologi dari bakteri dan virus dapat dihindari dengan pemisahan bahan mentah dan matang serta pengaturan suhu penyimpanan yang tepat. Sementara itu, cemaran kimia dan alergen dapat dicegah dengan pengawasan bahan tambahan makanan serta pelabelan produk yang benar.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Demak, Muzani Ali Shodiqin, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 1.444 peserta dari 48 SPPG di seluruh wilayah Demak. Peserta dibagi dalam tiga kelas dan tiga sesi selama dua hari pelaksanaan.
“Fokus utama kegiatan ini adalah keamanan pangan. Kami ingin relawan SPPG memahami pengolahan, penyajian, dan kebersihan baik dari sisi personal hygiene maupun lingkungan,” pungkas Muzani.
Ia juga menegaskan bahwa para kepala SPPG telah mendapatkan pendidikan gizi selama 3–7 bulan dalam program Menu Bergizi Seimbang (MBG).
“Kami dibantu oleh ahli gizi di setiap SPPG agar menu yang disajikan memenuhi standar gizi, aman, dan bergizi bagi penerima manfaat,” ucapnya.
Sebagai penutup, Muzani menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemkab Demak menuju Indonesia Emas 2045, melalui peningkatan kualitas pangan dan pengawasan sanitasi makanan di seluruh satuan pelayanan gizi.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan tidak ada lagi kasus keracunan makanan di sekolah maupun masyarakat. Semua proses — dari perencanaan menu hingga penyajian — dilakukan dengan standar yang baik dan aman,” tegasnya. (nungki)



