Bekasi, koranpelita.co – CEO MATAJABAR.COM, Tahar Amsah, mengungkapkan bahwa situs medianya mengalami serangan siber (web attack) diduga setelah menerima ancaman dari seseorang bernama Andri. Ancaman itu terkait permintaan penghapusan (takedown) sebuah artikel berita mengenai peristiwa ledakan di gudang yang diduga dikontrak PT Henitas Abadi, yang menewaskan satu pekerja dan melukai delapan lainnya dengan luka bakar serius.
Serangan tersebut terjadi pada Rabu (15/10/2025) dan langsung berdampak terhadap akses situs media MATAJABAR.COM.
Menurut Tahar, pihaknya sebelumnya menerima pesan WhatsApp dari seseorang bernama Andri, yang meminta agar artikel berjudul:
“Diduga Tidak Berizin Usaha, Gudang PT Henitas Abadi Meledak dan Terbakar Bikin Geger Warga Samudrajaya Tarumajaya, 1 Tewas dan 8 Luka Bakar Serius” dihapus dari situs media tersebut.
Andri beralasan bahwa berita itu mengandung informasi yang dianggap tidak benar dan merugikan pihak tertentu. Namun, dalam percakapan lanjutan, Andri diduga mengancam akan melakukan serangan siber jika berita itu tidak dihapus.
“Padahal sudah saya jelaskan bahwa berita itu dibuat berdasarkan fakta di lapangan, hasil konfirmasi dengan PJ Kepala Desa, Kanit Reskrim, dan Kapolsek Tarumajaya. Untuk take down berita pun ada prosedurnya,” ujar Tahar. Kepada koranpelita.co.
Tak lama setelah ancaman tersebut, serangan DDoS masif benar-benar terjadi.
“Dari laporan tim IT kami, saudara Riky Jelly, terdeteksi banjir trafik data palsu hampir mencapai 20 juta request melalui sistem Cloudflare. Itu jelas serangan siber untuk menjatuhkan situs kami,” jelas Tahar.
Ia menegaskan bahwa tindakan itu bukan hanya menyerang sistem media, tetapi juga merupakan intimidasi terhadap karya jurnalistik yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Ini bentuk nyata penyerangan terhadap kebebasan pers. Situs kami diblok, dan jurnalis kami diintimidasi hanya karena memberitakan fakta di lapangan,” tegasnya.
Tahar juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meminta arahan dari Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., untuk menempuh langkah hukum atas insiden tersebut.
Sikap PWI Bekasi Raya: Serangan Siber terhadap Media Adalah Serangan terhadap Demokrasi
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., mengecam keras tindakan intimidasi dan serangan siber terhadap media MATAJABAR.COM.
“Serangan terhadap situs media adalah pelanggaran nyata terhadap kebebasan pers dan hak publik atas informasi. Ini bukan hanya menyerang satu media, tetapi juga prinsip dasar demokrasi,” ujarnya.
Ade menegaskan bahwa setiap keberatan terhadap pemberitaan seharusnya disampaikan melalui mekanisme hak jawab dan hak koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (2) dan (3) UU Pers, bukan dengan ancaman atau tindakan melawan hukum.
“Kami mengingatkan seluruh pihak, baik individu maupun korporasi, agar menghormati mekanisme penyelesaian sengketa pers sesuai undang-undang. Tindakan web attack atau intimidasi terhadap jurnalis akan kami dorong untuk diproses hukum,” tegasnya.
Ia menambahkan, PWI Bekasi Raya akan mendampingi secara hukum MATAJABAR.COM serta melaporkan insiden ini ke Dewan Pers dan aparat penegak hukum.
“Kami tidak akan tinggal diam. PWI Bekasi Raya akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Kebebasan pers harus dilindungi, bukan diintimidasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, menurut CEO MATAJABAR.COM, Tahar Amsah, Ledakan Hebat di Tarumajaya Tewaskan Satu Pekerja
Ledakan dahsyat disertai kobaran api mengguncang sebuah bangunan di Kampung Keramat, Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (25/3/2025).
Peristiwa itu menghancurkan satu bangunan dan membakar sembilan pekerja yang tengah melakukan uji coba alat pemotong besi bertekanan tinggi (high pressure) untuk kegiatan eksplorasi gas dan minyak bumi.
Akibat kejadian tersebut, satu pekerja meninggal dunia, sementara delapan lainnya mengalami luka bakar serius dan dirawat di rumah sakit. (Dodo.Z).



