Gubernur Banten : Manfaatkan Gedung Negara Jadi  Pusat Ekspresi Seni

Banten,koranpelita.co – Gubernur Andra Soni mendorong pemanfaatan Gedung Negara Provinsi Banten sebagai ruang ekspresi dan aktivitas kebudayaan yang terbuka bagi masyarakat guna memperkuat identitas dan kehidupan budaya.

Hal itu disampaikan gubernur pada Sarasehan Pekan Kebudayaan Daerah,Sabtu malam (11/10/2025).

“Kita sudah punya tempat. Sekarang bagaimana memanfaatkannya agar benar-benar hidup dan menjadi ruang berkegiatan masyarakat,” kata Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.

Gubernur Andra Soni menilai kebudayaan tidak hanya dimaknai sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai cara hidup yang mencerminkan nilai dan perilaku masyarakat.

“Budaya bukan hanya soal tari atau musik, tapi juga bagaimana kita menjaga lingkungan, bersikap tertib, dan menghargai ruang publik,” ujarnya.

BACA JUGA:  May Day 2026 di Demak Berjalan Damai dan Meriah, Buruh Sampaikan Enam Tuntutan

Menurutnya, ruang-ruang budaya yang telah ada perlu dimanfaatkan secara maksimal seperti Gedung Plaza Aspirasi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) dan Gedung Negara Provinsi Banten. Gubernur juga menekankan pentingnya kegiatan budaya yang berangkat dari kepedulian dan bukan semata-mata karena dukungan anggaran.

“Kalau kegiatan budaya berbasis kepedulian, akan lahir semangat kolektif untuk menjaga dan mengembangkan jati diri Banten,” tuturnya.

Selain itu, Andra Soni mengingatkan pentingnya pelestarian manuskrip dan penelitian sejarah lokal agar generasi muda mengenal akar kebudayaannya. Ia mencontohkan Gedung Negara yang memiliki nilai sejarah tinggi namun belum banyak diteliti.

“Gedung ini bagian dari sejarah Banten. Kita perlu meneliti dan mendokumentasikannya agar menjadi kebanggaan bersama,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Ajang Pembinaan Atlet E-Sport, Turnamen Free Fire Kapolres Cup Demak 2026 Diserbu Ribuan Pelajar

Gubernur berharap diskusi kebudayaan seperti ini terus digelar untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pegiat budaya, dan masyarakat.

“Saya sangat menghargai forum seperti ini. Dari diskusi lahir gagasan, dan dari gagasan tumbuh kesadaran untuk menjaga warisan budaya kita,” ucapnya. (*/sul).