Kasus Bullying Siswa SMK 1 Cikbar, Komite Sekolah Minta Saling Perhatikan dan Awasi Anak

Foto ilustrasi.

Bekasi, koranpelita.co – Seorang siswa kelas 10 SMKN 1 Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, berinisial AAI (16), diduga menjadi korban bullying belasan kakak kelasnya. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami patah rahang dan harus menjalani operasi dengan pemasangan pen.

Kasus ini mencuat setelah diunggah akun media sosial Cikarang Viral pada Kamis (18/09/2025). Dalam unggahan itu, kondisi korban memprihatinkan karena hanya bisa makan melalui selang, berat badan turun drastis, dan sering mengalami muntah.

Pihak keluarga kemudian melaporkan peristiwa ini ke kepolisian. Namun, mereka menilai pihak sekolah diduga kurang kooperatif dan terkesan menutup-nutupi kasus yang menimpa korban.

Warga pun ramai memberikan komentar keras di media sosial, mendesak agar para pelaku dikeluarkan dari sekolah serta diproses hukum hingga memberi efek jera.

Komite Sekolah SMKN 1 Cikarang Barat, Jonly Nahampun, menegaskan bahwa pihak sekolah bersama komite sudah berupaya melakukan pencegahan melalui sosialisasi dan deklarasi pelajar anti-tawuran, anti-bullying, dan anti-narkoba. Namun, terkait kasus ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Masalah ini sedang ditangani pihak kepolisian. Biarkan proses hukum berjalan,” kata Jonly.

Ia juga menambahkan, perilaku menyimpang pelajar tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga di luar sekolah melalui komunitas tidak resmi yang dibentuk sebagian siswa.

Karena itu, Jonly mengingatkan pentingnya peran semua pihak.

“Kami berharap orang tua dan masyarakat ikut mengawal serta memperhatikan tingkah laku anak-anak di luar sekolah. Ini penting agar pencegahan berjalan menyeluruh, tidak hanya bergantung pada sekolah,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMKN 1 Cikarang Barat, Bambang, belum memberikan keterangan meski sudah dihubungi melalui telepon maupun pesan singkat. (ACP).