
Bekasi, koranpelita.co – Camat Cibitung Encun Sunarto, SE, MM ajak masyarakat jalin silaturohmi dan saling menghargai antar etnis di lingkungan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal itu disampaikan saat membuka diskusi dan sosialisasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan di Tridas Waterpark Bekasi, Taman Tridaya Indah, Tridaya Sakti, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/08/2025).
Encun Sunarto menjelaskan, Semua steakholder baik itu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda bersama Pemerintah dapat memberikan edukasi pentingnya menjaga keharmonisan antar sesama suku bangsa untuk merajut persatuan dan kesatuan bangsa dalam ikatan Bhinneka Tunggal Ika.
“Kita kepada anak, tetangga, masyarakat di lingkungan kita sampaikan pentingnya dalam menjaga keharmonisan hubungan saling hormat menghormati antar sesama, “tuturnya.
Dirinya bersyukur bahwa di wilayah Cibitung hingga saat ini tidak ada gejolak atau permasalahan yang memecah belah atau perselisihan antar etnis.
“Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada perselisihan antar ras atau etnis di wilayah Cibitung karena kita lakukan dengan pendekatan secara persuasif,”katanya.
Sementara itu, Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi, Rama Matandung, menyampaikan upaya menjalin komunikasi di masyarakat harus terus ditingkatkan. Hormat menghormati dan saling toleransi dengan melakukan kegiatan seperti ronda siskampling, kerja bakti, kegiatan olahraga merupakan langkah yang tepat di lingkungan RT dan RW.
“Dengan peran serta RT, RW, Tomas, Toga, Toda sangat penting sehingga persatuan dan kesatuan bangsa terwujud karena di Bekasi merupakan wilayah Heterogen,”katanya.
Indeks toleransi baru-baru di tahun 2025 di Kabupaten Bekasi sekitar 63 % yang harusnya 90 % Rama juga menjelaskan FPK merupakan langkah strategis dalam menjaga harmonisasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat yang bisa dapat dirajut menjadi satu kesatuan yang di ikat Bhinneka Tunggal Ika. (Ane).


