Waduh! Oknum PLN Diduga Lakukan Percobaan Kekerasan Terhadap Wartawan di Tarumajaya

Oknum PLN, wajah disamarkan (kiri);dan Pihak Pelaksana kerja dari PT Bukaka (kanan).

Bekasi, koranpelita.co – Dunia pers kembali tercoreng oleh ulah oknum yang diduga berasal dari PLN. Insiden memalukan terjadi di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/08/2025), ketika seorang wartawan hampir menjadi korban kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Peristiwa ini menimpa CEO MATAJABAR.COM Tahar yang sedang melakukan peliputan insiden putusnya kabel udara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Muaratawar Incomer di Kampung Lagoa Tanggul, Desa Setia Mulya, Kecamatan Tarumajaya.

Menurut CEO MATAJABAR.COM Tahar, berawal ketika ia menerima informasi dari warga tentang kabel udara yang putus dan menimpa rumah milik Arkian, seorang warga yang menjadi korban. Setibanya di lokasi, ia mendapati pemilik rumah sedang dimintai keterangan oleh pihak PLN dan pelaksana kerja PT Bukaka.

“Ia bang, ketika saya sampai di lokasi tiba-tiba situasi berubah tegang ketika seorang oknum PLN menghampiri saya dengan nada kasar, Kemudian sang oknum tersebut meluapkan kemarahan karena tidak terima fotonya muncul dalam pemberitaan media. Padahal saya telah menjelaskan bahwa pengambilan gambar dilakukan dalam konteks liputan umum, bukan secara personal,” ungkap CEO MATAJABAR.COM. Tahar, ke awak media.

BACA JUGA:  PTPN IV Regional IV Latih UMKM Tingkatkan Omset Lewat Medsos 

Lanjut Tahar, Rupanya penjelasan itu tidak meredakan amarah. Sebaliknya, oknum PLN justru naik pitam dan mencoba melakukan tindakan fisik terhadap dirinya.

“Lebih miris lagi, oknum dari pihak PT Bukaka justru merekam insiden itu dengan santai, bukannya melerai,” jelasnya.

Menurut Tahar, sebelumnya masyarakat Tarumajaya sudah resah dengan berulang kali putusnya kabel SUTT 150 KV yang disebut sudah terjadi lebih dari tujuh kali.

“Insiden ini, jelas membahayakan keselamatan warga, dan kini ditambah dengan dugaan percobaan kekerasan terhadap diri saya yang memberitakan persoalan tersebut,” bebernya.

Atas insiden tersebut, wartawan MATAJABAR.COM Tahar, langsung melaporkan percobaan kekerasan itu ke Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Ade Muksin SH.

BACA JUGA:  DPR Dorong Penguatan ESG BUMN Perkebunan, PalmCo Percepat Dekarbonisasi

Menurut Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin SH, mengecam keras tindakan arogansi yang dilakukan oknum PLN tersebut.

“Ini bentuk nyata pelecehan dan intimidasi terhadap profesi wartawan. Kami mengecam keras tindakan oknum PLN itu. Wartawan bekerja dilindungi Undang-Undang Pers. Percobaan kekerasan terhadap jurnalis tidak bisa ditoleransi, apalagi terjadi di lapangan saat menjalankan tugas,” tegas Ade Muksin.

Ia menegaskan, insiden ini akan dibawa serius ke ranah hukum maupun ke Dewan Pers agar tidak terulang kembali.

“PWI Bekasi Raya tidak akan tinggal diam. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Jangan sampai ada lagi jurnalis yang menjadi korban kekerasan hanya karena menjalankan tugasnya. Jika pihak PLN tidak segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum tersebut, ini bisa menjadi preseden buruk bagi hubungan antara pers dan instansi publik,” tambahnya.

BACA JUGA:  DPR Dorong Penguatan ESG BUMN Perkebunan, PalmCo Percepat Dekarbonisasi

PWI Bekasi Raya mendesak PLN melakukan investigasi menyeluruh, tidak hanya terhadap penyebab kabel udara bertegangan tinggi yang berulang kali putus, tetapi juga terhadap perilaku arogansi oknum di lapangan yang mencoba mengintimidasi insan pers.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN maupun PT Bukaka belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (Red).