Pembangunan Pustu Kemandungan Senilai Ratusan Juta Tidak Ada Sosialisasi ke Warga

Lokasi proyek pembangunan baru Puskesmas Pembantu di Kelurahan Kemandungan, Kec. Tegal Barat, Kota Tegal, Jateng.

KORANPELITA.CO – Kegiatan Proyek Pembangunan Baru Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kelurahan Kemandungan Tegal, Jawa Tengah, senilai pagu Rp800.000.000,- (Delapan Ratus Juta Rupiah) dan ditawar Rp653.000.000,- (Enam Ratus Lima Puluh Tiga Juta Rupiah) CV. Zona Tata Persada dikerjakan tanpa adanya sosialisasi ke masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua RW 03, Kelurahan Kemandungan, Kota Tegal, bapak Kurniawan, Kamis (23/7/2025) saat ditemui di lokasi proyek.

Kurniawan mengaku, proyek tersebut sudah mulai dikerjakan hampir sepuluh hari. Namun menurut Kurniawan sebelumnya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu bersama warga, selain itu juga dalam pengerjaannya tidak melibatkan/mempekerjakan warga sekitar.

“Kami kaget dan terkesan ujug-ujug (mendadak) kok ada proyek pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di samping kantor kelurahan. Pembangunan juga tidak melibatkan warga satupun,” ujarnya dengan nada sedikit kecewa.

Setidaknya, kata Kurniawan, sebelum pelaksanaan pembangunan tersebut, harus ada sosialisasi kepada warga sekitar dulu sehingga tidak terkesan bahwa proyek dadakan atau ujug-ujug.

BACA JUGA:  PELANTIKAN PENGURUS DMI KECAMATAN CIKARANG BARAT MASA BAKTI 2026–2031

“Kami kecewa dengan adanya proyek pembangunan tersebut, karena terkesan mendadak dan tidak melibatkan warga kami, entah 2 atau 3 orang untuk ikut bekerja,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Kurniawan yang juga merupakan Ketua Bank Sampah di Kelurahan Kemandungan menyampaikan, sebelum adanya pembangunan Pustu tersebut, di lokasi itu dimanfaatkan untuk Bank Sampah.

“Lahan itu sebelumnya gak terurus dan tanahnya dalam, seperti rawa, karena ada rencana untuk tempat Bank Sampah, dari pihak kelurahan melibatkan kami inisiatif untuk mengurugnya, namun giliran lahan sudah rata dan padat malah dipakai untuk pembangunan Pustu,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, Zaenal Abidin melalui Kepala Bidang Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Mulyanto mengatakan, terkait proyek pembangunan baru Pustu tersebut, benar memang sebelumnya tidak ada sosialisasi, dikarenakan untuk lokasi pembangunan jauh dari lingkungan masyarakat.

BACA JUGA:  Kesbangpol Bekasi Dorong Perempuan Berani Terjun ke Politik

“Gak ada sosialisasi, tapi sebelumnya sudah ada koordinasi dengan kelurahan, bahwa akan ada pembangunan Pustu,” kata Mulyanto, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2025).

Soal penawaran anggaran proyek Pustu tersebut, kata Mulyanto, memang pihak ketiga/rekanan cukup berani dalam menawar. Proyek dengan nilai pagu Rp800.000.000,- (Delapan Ratus Juta Rupiah) ditawar Rp653.000.000,- (Enam Ratus Lima Puluh Tiga Juta Rupiah) oleh CV Zona Tata.

Maka dari itu, lanjut Mulyanto, ini merupakan tugas ekstra bagi konsultan pengawas di lapangan dalam melakukan pengawasan.

“Kami akan selalu koordinasi intens dengan konsultan pengawas, sebab ini merupakan pekerjaan kontruksi/bangunan dan harus selesai 100 persen. Kami minta para pengawas supaya dalam bertugas jangan sampai lengah, sebab kami sangat berharap pekerjaan selesai sesuai target dan kualitas harus baik,” katanya.

BACA JUGA:  Pemkot Tegal Perkuat Koordinasi dan Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan

Selain itu, tambah Mulyanto, sesuai harapan pemerintah yang sementara ini di Kota Tegal dengan 4 kecamatan terdapat 8 Puskesmas Induk dan terdapat Puskesmas Pembantu (Pustu) 23 lokasi dengan yang sedang proses pembangunan tersebut.

“Harapan kami setelah terbangun Pustu tersebut, dapat dimanfaatkan untuk kesehatan masyarakat khususnya Warga Keluraha Kemandungan dan warga masyarakat Tegal pada umumnya,” tuturnya. (her)