Tanah Longsor di Kabupaten Subang, Satu Warga Dilaporkan Hilang

Tim SAR gabungan berupaya melakukan penanganan serta mencari satu korban hilang akibat longsor yang terjadi di Kab. Subang, Jabar, Minggu (13/4). (Dok. Foto: BPBD Kab. Sbg)

KORANPELITA.CO – Bencana tanah longsor melanda Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (11/4) sore setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kejadian ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan kontur tanah yang labil, menyebabkan longsor di kawasan perbukitan.

Berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), peristiwa ini terjadi di Kampung Babakan Randu RT 12 RW 05, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang. Longsoran pertama tercatat memiliki tinggi 200 meter dan lebar 20 meter. Tidak berselang lama, longsor susulan kembali terjadi dengan tinggi mencapai 250 meter dan lebar 40 meter.

Akibat kejadian tersebut, satu orang warga atas nama Bapak Rafik (55) diduga hilang tertimbun material longsor. Korban diketahui sedang memperbaiki pipa saluran air saat peristiwa terjadi.

BACA JUGA:  Diduga Serang dan Ludahi Mantan Suami, ASN Puskesmas Bumijawa Jadi Tersangka Tipiring

Sejak dilaporkan, BPBD Kabupaten Subang bersama unsur gabungan telah melakukan berbagai upaya penanganan. Tim langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan aparat desa setempat. Sebuah unit alat berat ekskavator dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material longsor, sementara Tim SAR gabungan fokus melakukan pencarian korban di area longsoran serta sepanjang jalur sungai.

Berbagai pihak turut terlibat dalam penanganan darurat ini, di antaranya BPBD Kabupaten Subang, TNI, POLRI, BASARNAS, Tagana Subang, Puskesmas Sagalaherang, aparat desa, serta komunitas relawan seperti Destana Ciater, Destana Dawuan Kidul, Potsar Purwakarta, Brigana Purwakarta, Rentant Purwakarta, Nirbaya Purwakarta dan Nirbaya Subang. Warga dan aparat Kecamatan Sagalaherang juga turut membantu.

BACA JUGA:  Operasi Patuh Candi 2026 Ditunda, Polres Tegal Imbau Masyarakat Tetap Utamakan Keselamatan

Hingga hari Minggu (13/4/2025) pukul 09.30 WIB, kondisi di lapangan masih dalam penanganan, dan proses pencarian terhadap korban yang hilang terus dilakukan. BNPB terus memantau perkembangan di lapangan serta mendukung penanganan bersama lintas sektor agar penanggulangan berjalan efektif dan cepat.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi terjadi dalam durasi lebih dari satu jam. Segera evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan atau suara gemuruh dari lereng. (red1/*)

Redaktur 1
Latest posts by Redaktur 1 (see all)
BACA JUGA:  Pemkot Tegal Perkuat Koordinasi dan Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan