Jokowi Dibelakang Polemik Hilangnya Gas 3Kg? Siapa yang Diuntungkan

KORANPELITA.CO – Menanggapi polemik hilangnya peredaran tabung gas elpiji 3kg dipasaran, membuat rakyat menjadi susah dalam beberapa hari. Karena pengguna tabung gas elpiji 3kg adalah rakyat miskin dan para pedagang kecil kaki lima di seluruh wilayah Indonesia.

Terkait hal tersebut, Managing Director PEPS Anthony Budiawan menanggapi adanya “kong kalikong” ada kaitannya dengan Jokowi.

“Kenapa saya menduga Jokowi di belakang kebijakan gas elpiji 3 Kg yang mengebohkan ini,” ujar Anthony melalui saluran WhatsApp, Jakarta, Selasa (4/2/2025).

“Saya sudah sampaikan alasannya, tapi saya tetap mencoba mejelaskannya dengan lebih detil,” kata Anthony lagi.

“Begini ya, Bahlil membuat kebijakan blunder yang membuat heboh di seluruh negeri. Apa Prabowo yang memberi instruksi? Ternyata bukan. Apa inisiatif Bahlil sendiri? Pasti tidak mungkin. Jadi siapa mastermind yang mengatur kebijakan yang hanya berumur satu hari, yang kemudian dibatalkan Prabowo?”, pungkasnya.

BACA JUGA:  Menuju Pilkades Lambangsari, Tim Tuti Elawati Bergerak

“Patut diduga keras Jokowi. Karena, Bahlil adalah loyalis Jokowi. Bahlil menjadi menteri di era Jokowi maupun di era Prabowo karena siapa? Karena Jokowi,” tuturnya.

Kemudian, siapa yang diuntungkan kalau Prabowo berhadapan dengan rakyat akibat kebijakan yang membuat rakyat marah besar?

“Gibran!,” tegasnya.

“Kalau Prabowo bermasalah dengan rakyat maka posisi Gibran sebagai wakil presiden sangat diuntungkan. Inilah motif Jokowi untuk diskreditkan Prabowo, untuk promosikan Gibran,” tandasnya. (red1)

Redaktur 1
Latest posts by Redaktur 1 (see all)