Puji Komitmen Prabowo, Jerry Massie Yakin Akan Efektif Bersihkan Indonesia dari Korupsi

Jerry Massie, Direktur P3S.

Jakarta, KORANPELITA.CO – Presiden RI terpilih Prabowo Subianto telah memanggil para calon menteri ke kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Senin (14/10). Total ada 49 orang, dan hampir setengah menteri Kabinet Indonesia Maju dipanggil oleh Prabowo.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie memuji Prabowo Subianto yang konsisten memberikan penekanan tentang anti korupsi di pemerintahannya nanti.

Termasuk baru-baru ini yang juga ditegaskan oleh Prabowo di acara Rapat Koordinasi anggota dewan PKB se Indonesia. Ia juga memberikan ultimatum secara terbuka kepada para pimpinan partai politik, agar tidak mengutus kadernya yang disodorkan menjadi menteri untuk menggarong duit APBN untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

BACA JUGA:  Golkar Tanjab Barat Gelar Pasar Murah, Warga Kuala Tungkal Berbondong-bondong Buru Sembako

“Saya pikir ini cara yang efektif bagi Prabowo untuk menjadikan Indonesia bersih dari praktik korupsi,” kata Jerry dalam keterangannya melalui saluran What’sApp, Senin (14/10/2204).

Apalagi sejumlah menteri Jokowi telah kedapatan melakukan tindak pidana korupsi. Sebut saja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Kominfo Johnny G. Plate, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan juga Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Oleh sebab itu, Jerry pun menilai bahwa statemen keras Prabowo Subianto soal anti korupsi tersebut memberikan pesan penting bahwa tidak boleh ada lagi kasus korupsi terjadi di Indonesia, khususnya yang dilakukan oleh para menterinya.

“Di era Jokowi ini kan banyak menterinya yang ingin memperkaya diri sendiri. Barangkali stigma ini yang akan diubah oleh Prabowo,” ujarnya.

BACA JUGA:  Legislator Hadiri Uji Kelayakan Calon Ketua PAC PDI-P Tanjab Barat

Diterangkan oleh Jerry, korupsi adalah musuh utama pembangunan. Negara tidak akan berkembang dan malah cenderung terpuruk jika praktik tindak pidana korupsi masih merajalela.

Sehingga jika memang Indonesia serius untuk menatap Indonesia Emas 2045, maka langkah konkretnya adalah memberantas dan memutus rantai korupsi. (red1)