Suasana HUT Sakral Mewarnai Klenteng Bu An Kiong Ke-6 dan Sheejit

Kota Bekasi, koranpelita.co – Suasana yang sakral dan meriah, mewarnai HUT Klenteng Bu An Kiong ke-6 dan Sheejit YM. Kongco Kwan Seng Tee Kun. Yang di adakan Selama 2 hari (3-4 Agustus 2024).

Selaku pemilik Klenteng Bu An Kiong, Wandi Susanto Mengatakan, Selain perayaan HUT Klenteng Bu An Kiong ke-6 dan Sheejit YM. Kongco Kwan Seng Tee Kun, Acara ini juga dijadikan sebagai wadah toleransi dari berbagai umat beragama di kota bekasi, Acara yang berlangsung selama 2 hari ini, tidak hanya menampilkan Atraksi Barongsai dan Kirab Ritual saja.

“Namun juga Menyajikan kegiatan Bhakti Sosial, Pelayanan Umat/Ciasin, Persembahyangan, Cia Peng An, Gambang Kromong, Palang Pintu dan banyak lainnya,” terangnya.

Acara Kirab Ritual ini di ikuti oleh 22 Tandu yang hadir dari berbagai daerah, Diantaranya Bekasi, Jakarta, Tanggerang, Bogor, dan sekitarnya.

BACA JUGA:  BRI Kuala Tungkal Gandeng PKSS Jaring Talenta Lokal Melalui Walk In Interview

“22 Tandu yang hadir dalam memeriahkan acara tersebut datang dari Jakarta, Tanggerang, Bogor dan sekitarnya serta Kurang Lebih 12 Tim Barongsai dan Liong yang turut hadir dalam memeriahkan Kegiatan Kirab Ritual” Kata Wandi Susanto Selaku Pemilik Klenteng Bu An Kiong, Kepada awak media ini, Minggu (04/8/2024).

Di lain sisi, seorang pemuda buddhis yang juga aktif dalam gerakan sosial yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan “Kegiatan Perayaan HUT Klenteng Bu An Kiong ke-6 dan Sheejit Kwan Seng Tee Kun ini bukan hanya sekedar Perayaan bagi umat Tionghoa Semata, Melainkan juga sebagai bagian dari Simbol Persatuan Kebudayaan Indonesia, serta simbol kerukunan umat beragama, penampilan seni tari, penampilan palang pintu, Hiburan Seperti Gambang Kromong, dll.

BACA JUGA:  Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H, Warga Blok P LBS 2 Gelar Pawai Obor 

Yang dihadirkan dalam memeriahkan Kegiatan tersebut adalah bagian dari kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan dan di perkenalkan kepada generasi penerus, karena dengan melestarikan kembali kebudayaan-kebudayaan tersebut artinya kita masih tetap menjaga Kearifan Lokal Kebudayaan Indonesia, dari kegiatan ini juga saya berharap agar pemuda/i Umat Tionghoa akan terus melestarikan serta menghidupkan selalu kebudayaan – Kebudayaan Tionghoa dan diperkenalkan secara meluas dalam simbol keberagaman Indonesia Khususnya Kota Bekasi yang juga dikenal sebagai Kota Toleransi” (UjarMichael Ang).

Turut Hadir pada kegiatan tersebut Lurah Bekasi Jaya (Fauzianita Arlaes, S.STP, M.M) bersama Sekretaris Lurah, Wadanramil 703 Teluk Pucung, MP Kecamatan Bekasi Timur, Kasi Trantibum Kelurahan Bekasi Jaya, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Timur (Heri Buchori) beserta jajarannya, Ketua Karang Taruna Kelurahan Bekasi Jaya (Derry Renantha) beserta jajarannya, Ketua Ketua Katar Sub-unit UKKT RW 08 (Ari) beserta jajarannya dan Ketua Ketua Katar Sub-unit UKKT RW 07 (Johan) beserta jajarannya. (Genta).

BACA JUGA:  Catatan dari Selatan Filipina : Memahami Gempa Mindanao Kekuatan M6,2 Tadi Sore