Artikel ini dibuat oleh : Anthony Budiawan – Managing Director PEPS (Political Economic and Policy Studies)
Jakarta, KORANPELITA.CO – 4 April 2014, saya memperkirakan sejarah akan berulang, melalui tulisan bernada tanda tanya (?).
Sejarah yang dimaksud adalah terkait pilpres. Yang awalnya dipuja puji tetapi akhirnya dicaci maki.
Caci maki terhadap Jokowi bahkan lebih hebat lagi. Bukan hanya caci maki, tetapi tuntutan hukum terhadap Jokowi meluas, bergema nyaring di seluruh Indonesia, terutama disuarakan para demonstran dalam beberapa hari terakhir ini, akibat merusak konstitusi demi anaknya agar dapat dicalonkan sebagai gubernur atau wakil gubernur.
Sejarah telah berulang, bahkan lebih parah.
Semoga pemimpin yang akan datang amanah, menepati janjinya ketika kampanye, memberlakukan kebijakan yang berpihak pada rakyat, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Bukan hanya menjadikan rakyat sebagai komoditas politik, dan menindas untuk kepentingan pengusaha. (*)



