BEKASI, koranpelita.co – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Cibitung melakukan pungutan tanpa adanya rapat Komite berdalih perpisahan.
Hal itu diungkapkan Ketua Komite Evo Dedi ketika di wawancara wartawan Senin (10/06/2024).
“Kami tidak diundang atau dikasih informasi soal kegiatan itu. Sedangkan kegiatan dengan melakukan iuran dari orang tua siswa wajib hukumnya untuk dirapatkan di forum wali murid yang di fasilitasi Komite,”tuturnya.
Dengan meminta anggaran ke orang tua siswa sebesar Rp 350. 000 per siswa dapat memberatkan. Pasalnya, wali murid belum tentu mampu semuannya.
BACA JUGA : Lewat Aplikasi Bebunge, Pemkab Bekasi Resmi Luncurkan Fitur PPDB Online Tingkat SMP
“Soal pungutan ini saya tidak tahu dan Kepala Sekolah tidak komunikasi dengan Komite. Langsung di handel sama Kepala sekolah dengan Wali kelas 9 masing-masing. Infonya sih sudah 90 persen masuk anggaranya dengan jumlah siswa kurang lebih 400 orang,” bebernya.
Dirinya berharap, selaku komite seharusnya ikut dilibatkan dalam segala hal yang berhubungan dengan wali murid karena Komite kepanjangtanganan orang tua siswa.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Cibitung, Siti Nurchayati ketika dikonfirmasi media mengelak tidak mau berkomentar terkait pungutan yang dilakukannya.
” Ke Pak Emar aja, bapak dari media apa, PWI apa,”kilahnya.
Emar mengatakan, dirinya hanya menerima mandat dari Kepsek, namun saat ditanya sejauh mana mengetahui kegiatan tersebut, dirinya menjawab tidak tau persis tentang kegiatannya.
“Saya mah hanya disuruh saja, soal segala sesuatunya semua kepsek dan saya harus ikuti karena kan saya bawahan ikut perintah aja,” jelasnya.
Kegiatan dilaksanakan Selasa 11 Juni 2024. (Ane)
- Ini, Pesan Pj. Sekda Ida Farida ke RT RW - 08/11/2025
- Forkopimda Bekasi Tabur Bunga di Makam Kyai Noer Ali - 08/11/2025
- 15 Pasang Finalis Masuk Grand Final di Malam Puncak Abang Mpok - 08/11/2025



