Bekasi, koranpelita.co – Viral di sosial media sebuah video seorang wanita tergeletak di Jalan Raya Pilar Sukatani, Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, dengan narasi korban pembacokan gerombolan gengster pada Minggu (12/05/2024) dini hari.
Kapolsek Cikarang Utara Kompol Samsono mengatakan, korban yang diketahui bernama Sri Damayanti (25) meninggal dunia akibat kecelakaan bukan korban kekerasan genster seperti yang viral di sosial media.
“Itu kejadian laka lantas, sudah dilakukan olah TKP unit Gakum Sat Lantas Polres Metro Bekasi, kasusnya saat ini ditangani mereka,” jelas Samsono saat dikonfirmasi, Senin (13/05/2024).
Samsono juga menyebut, 3 orang remaja yang sempat diamankan warga bukanlah pelaku kekerasan atau pembacokan terhadap korban, hanya saja ketiganya merupakan remaja yang diduga akan melancarkan aksi tawuran di waktu yang bersamaan tengah melintas di lokasi kejadian.
BACA JUGA : Tindaklanjut Surat Edaran, Pemkab Bekasi Perketat Aturan Study Tour Siswa
“Bukan pelaku, yang 3 orang berboncengan kebetulan rombongan anak-anak yang diduga akan tawuran untuk sementara juga kami masih lakukan lidik mengenai anak-anak ini semua,” ujarnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Kanit Gakum Sat Lantas Polres Metro Bekasi Iptu lufty nandang membenarkan peristiwa yang viral tersebut bukan insiden pembacokan oleh gengster melainkan sebuah peristiwa kecelakaan yang menewaskan korban di lokasi.
“Unit Gakum dalam melakukan pengecekan ke lokasi bahwasanya telah terjadi kecelakaan adu banteng antara kendaraan sepeda motor Vario dengan kendaraan bermotor secopy,” ungkap Lufty.
Lufty menegaskan, dari hasil pengecekan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) serta kondisi korban di rumah sakit, pihaknya tidak menemukan adanya luka bekas sabetan senjata tajam seperti yang dinarasikan dalam video di sosial media.
“Berikut dengan pengecekan korban pada saat di rumah sakit tidak ditemukan luka bacok seperti yang beredar selama ini di tubuh korban,” tegasnya.
“Untuk proses penanganan hukum sementara dari unit gakum masih dalam penyelidikan terkait kejadian kecelakaan yang terjadi di wilayah blokang tersebut,” imbuhnya.
Korban meninggal dunia akibat mengalami luka cukup parah dibagian kepala, setelah terlibat kecelakaan adu banteng dengan pengendara sepeda motor lainnya.
“Kondisi korban meninggal dunia di lokasi kejadian, lawan nya tiga orang yang pertama luka berat di bawa ke rumah sakit sementara lainnya 2 orang sudah dipulang dari rumah sakit, korban dan kedua belah pihak menerima asuransi Jasa Raharja,” tuturnya..
Untuk kronologi kejadiannya, Lufty mengatakan korban yang saat kejadian mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi B 4565 FDH bertabrakan dengan remaja yang berboncengan tiga menggunakan motor.
“MS mengendarai sepeda motor B 4311 FTQ berboncengan dengan PG dan SR melaju di Jalan Raya Pilar Sukatani dari arah Utara menuju Selatan. Setibanya di TKP, mengambil jalur terlalu kanan saat bersamaan dari arah berlawanan melau kendaraan sepeda motor SD hingga kedua kendaraan bertabrakan,” ucapnya.
Lufty menuturkan, korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan ketiga remaja yang terlibat kecelakaan dengan korban hanya mengalami luka-luka. (D).



