BEKASI, koranpelita.co – Adanya agenda perpisahan Kelas IX SMP Negeri 1 Tambun Selatan ke Yogyakarta pada awal bulan Juni 2024 menunjukkan tidak taatnya pihak sekolah terhadap himbauan dari PJ Gubernur Jawa Barat dan PJ Bupati Bekasi.
Hal itu menimbulkan reaksi keras dari orang tua siswa kelas IX SMPN 1 Tambun Selatan.
“Saya sudah WA, Pj. Bupati, Sekda, Ketua DPRD Kab.Bekasi,Kepala Inspektorat, Kadisdik dan Kabid SMP Dinas Pendidikan Kab.Bekasi untuk menjamin jika dilaksanakan,”tutur salah satu orang tua Siswa.
BACA JUGA : Pj Gubernur Jabar Keluarkan Surat Edaran Perketat Izin Study Tour
Hal senada juga dikatakan orang tua siswa SMPN 1 Tambun Selatan, Tumpal SH. Dirinya menyampaikan, Jika pelaksanaan perpisahan itu akan dilaksanakan pihak orang tua siswa meminta kepada para pemangku kebijakan hingga Bupati Bekasi membuat jaminan sehingga membuat nyaman orang tua siswa.
“Jika Mereka (Pemangku kebijakan -red) mengijinkan berarti harus ada jaminan dari mereka semua jika tetap dilaksanakan kegiatan tersebut, Jadi ketika terjadi apa-apa dengan anak-anak itu sudah bisa kita tuntut semuanya,” katanya kepada koranpelita.co, Kamis malam (16/05/2024).
BACA JUGA : Tindaklanjut Surat Edaran, Pemkab Bekasi Perketat Aturan Study Tour Siswa
Kegiatan yang akan digelar ke Yogyakarta itu, kata Tumpal SH wali murid dibebani anggaran 1,6 juta rupiah.
“Semua yang mewakili pemerintah sudah saya beritahukan dan minta jaminan keselamatan buat anak-anak yang akan berangkat perpisahan ke Jogyakarta awal bulan Juni 2024 ini.Jadi tidak ada alasan para pejabat di Kab. Bekasi tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada siswa kelas IX SMPN 1 Tambun Selatan yang akan melaksanakan perpisahan ke Jogyakarta, terutama pihak sekolah dan komite sekolah dengan meminta Anggaran 1,6 juta tersebut,”tandas Tumpal. (Ane) .
- Pemkab Bekasi Prioritaskan Jaminan Kesehatan - 29/04/2026
- Gubernur Jabar Didampingi Plt Bupati Bekasi Melayat Korban Kecelakaan KA - 29/04/2026
- Dinsos Bekasi Alihkan PBI ke APBN - 29/04/2026



