Bantuan Warga Miskin di Negara Aji Baru Diduga Tebang Pilih

Lampung, koranpelita.co – Program bantuan pangan beras miskin untuk warga yang kurang mampu seperti Keluarga harapan ( PKH ) BPNT , BLT – DD dan lainya, di Kampung Negara Aji Baru, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, menjadi perbincangan publik.

Hasil survey di lapangan dan data yang dihimpun oleh koran pelita.co – ada ( 5 ) lima Kepala keluarga ( KK ) di Kampung Negara Aji baru diduga nyaris luput dari semua jenis program bantuan baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Kelima Kepala keluarga tersebut yang diduga tak tersentuh bantuan yakni, Bakri yadi, Sahrul yusuf , Semi dan Razak.

Kuat dugaan, bahwa, pendataan maupun penyaluran bantuan tidak tepat sasaran alias pilih kasih yang mana penerima bantuan tersebut kebanyakan yang dapat orang mampu dan memiliki rumah bagus.

Hal ini disampaikan oleh narasumber kepada koran pelita.co – bahwa ke dua KK dari 3 rekannya yang tidak mendapatkan bantuan pangan beras tersebut yang tinggal di rumah tidak layak huni.

“Ia, bang,  anehnya dulu sebelum kepala kampung yang sekarang, dia orang itu, dapat bantuan PKH , namun sangat disayangkan setelah pergantian kepala kampung yang baru disinyalir, kok bantuan PKH nya hilang bagaikan di telan bumi.”

“Bahkan sampai sekarang semenjak di jabat oleh kepala kampung ini, dia orang tidak pernah menerima bantuan, apa pun,” ujar sumber yang layak di percaya.

Lebih lanjut sumber mengatakan, jangankan dapat bantuan, bahkan orang ini diduga tidak pernah di data oleh perangkat kampung.

“Dugaan kami, bahwa waktu pilihan kepala kampung, dulu kami di kira tidak memilih dia, ( kepala kampung terpilih red ).”

“Kami berharap kedepan bisa mendata warga yang betul – betul masyarakat miskin seperti kami,” ungkapnya dengan penuh harapan.

Warga lain yang enggan disebutkan namanya juga menuding bahwa bantuan di kampung negara aji baru terkesan tebang pilih.

“Ia bang, kami melihat kesannya seperti tebang pilih dalam pembagian bantuan. Kami berharap kepada pemerintah agar tepat sasaran dalam memberikan bantuan, kasian orang yang semestinya layak  mendapatkan bantuan justru malah tidak mendapatkannya,” ujarnya sambil memperlihatkan raut wajah sedih.(Mansur).